BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski kaya akan sumber daya alam seperti batu bara yang menjadi sumber energi, namun Kalimantan Tengah mengalami krisis listrik. Mengatasi masalah yang sudah berlarut-larut itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail (SOHIB) menyiapkan beberapa program.
Salah satunya dengan memfungsikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur. Kemudian juga mengaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) di Bengkanai Barito Utara.
“Ke depan SOHIB ini akan berusaha mencukupi kebutuhan listrik Kalteng. Sebagai contoh kita akan mengaktifkan PLTU dan PLTMG yang sudah ada,” kata Habib Said Ismail, Minggu (4/3/2016).
Selain itu untuk mengakses sejumlah wilayah yang belum dialiri listrik, solusinya dengan membangun power plan di mulut tambang. Jika daya yang dihasilkan melebihi kebutuhan wilayah tersebut, sebisa mungkin dialirkan ke wilayah lain.
Menjawab pertanyaan banyak pihak soal aturan yang mengharuskan perusahaan listrik harus milik negara, kata Said Ismail, ada prosedur yang memungkinkan untuk program tersebut.
“Kita akan bersinergi, ada prosedur yang memungkinkan untuk itu,” jawabnya.
Di 2016, Kota Madya Palangka Raya sudah mengalami pemadaman listrik bergilir. Perusahaan Listrik Negara menyebutkan, kebijakan itu karena kemampuan daya tak mampu memenuhi kebutuhan listrik yang ada.
Hal serupa juga terjadi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. (RONI SAHALA/m)


