TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh membacakan pidato Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau MenkopUKM Teten Masduki pada peringatan Hari Koperasi ke-76 dan Apel Kesadaran Nasional yang digelar di Halaman Kantor Bupati Barito Timur, Senin, 17 Juli 2023.

Wabup mengatakan, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang fungsi utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Untuk menyejahterakan anggota, koperasi menyelenggarakan berbagai usaha serta layanan sesuai kebutuhan anggota.

"Di situlah inti dari koperasi sebagai perusahaan di mana anggota sebagai pemilik dan pengguna jasanya. Dengan menyatukan kepentingan di bawah koperasi, efisiensi kolektif dapat dilakukan, posisi tawar terhadap pasar dapat ditingkatkan, serta konsolidasi sumberdaya untuk berbagai usaha dapat diselenggarakan," ucapnya.

Wabup menjelaskan, diktum utama dan pertama, majunya usaha koperasi akan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Bila hal itu tidak
terjadi, bukan teorinya yang salah, namun praktiknya yang keliru dan harus diluruskan.

Ibarat kendaraan, koperasi seperti bus yang mengangkut banyak orang. Jumlah tersebut menjadi salah satu kekuatan koperasi dengan cara menyatukan kepentingan anggota untuk melakukan pengadaan, produksi, pengolahan atau pemasaran bersama.

--page

"Itu sebabnya di negara-negara maju, koperasi anggotanya ribuan, ratusan ribu dan bahkan jutaan orang. Mereka menginsyafi betul bahwa kekuatan bersama atau kolektif adalah kunci sukses koperasi.  Best practice semacam itu harus kita contoh dan kembangkan di berbagai wilayah Indonesia," jelasnya.

Habib Saleh menuturkan, pemerintah saat ini berfokus pada pengembangan koperasi
sektor riil guna membangun ekonomi anggota dan masyarakat yang lebih luas. Dari sisi peluang, koperasi sektor riil ini juga memiliki banyak potensi mulai dari pertanian, peternakan,
perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata dan banyak macam usaha lainnya.

"Setiap wilayah kota atau kabupaten di Indonesia pasti memiliki potensi unggulan komoditas, kerajinan, destinasi wisata atau lainnya. Koperasi sektor riil harus menjadi pemain utama dalam potensi unggulan tersebut, tujuannya agar manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dapat sebesar-besarnya terdistribusi kembali ke anggota dan masyarakat di
wilayah tersebut," tegasnya.

Wabup mencontohkan, saat ini KemenkopUKM tengah mengembangkan pabrik minyak makan merah di beberapa provinsi basis sawit. Pabrik tersebut sepenuhnya dimiliki para petani sawit anggota koperasi.

Dengan pabrik itu, hilirisasi produk dapat dilakukan. Petani sawit tidak lagi hanya menjual tandan buah segar (TBS), namun menikmati nilai tambah dari produk akhir yakni minyak makan merah tersebut.

--page

"Komoditas unggulan di wilayah lain harus dikembangkan dengan cara demikian. Koperasi bekerja di hulu dan hilir, sehingga nilai tambah tinggi dan manfaat ke anggota meningkat," lanjutnya.

Salah satu potensi lain yang sekarang terbuka bagi koperasi adalah usaha di sektor jasa keuangan. Usaha ini terbuka karena adanya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) Nomor 4 Tahun 2023, undang-undang tersebut mengatur bahwa koperasi dapat menjalankan usaha seperti perbankan, perasuransian, program pensiun, pasar modal, lembaga pembiayaan dan
kegiatan lainnya yang ditetapkan peraturan perundang-undangan sebagai kegiatan di sektor jasa keuangan.

"Koperasi di sektor jasa keuangan ini bersifat open loop, artinya dapat
melayani masyarakat luas. Perizinan, pengaturan dan pengawasan koperasi di
sektor jasa keuangan tersebut sepenuhnya dilakukan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut dapat menjadi ruang bermain baru bagi koperasi, dengan catatan patuh terhadap ketentuan perundang-undangan," lanjut Wabup.

Peringatan Hari Koperasi ke-76 dan Apel Kesadaran Nasional diikuti oleh ASN dari berbagai perangkat daerah dan dihadiri Sekretaris Daerah Barito Timur, para Asisten dan Kabag Sekda serta kepala perangkat daerah. (BOLE MALO/J)