BORNEONEWS, Pangkalan Banteng - Dinas Pekerjaan Umum Kotawaringin Barat menganggarkan dana sekitar Rp19 miliar untuk pengaspalan jalan di beberapa jalan penghubung desa di Kecamatan Pangkalan Banteng. Seperti di wilayah selatan kecamatan Pangkalan Banteng yakni jalan poros antardesa yang menghubungkan desa Simpang Berambai dengan dDsa Natei Kerbau dengan panjang sekitar enam kilometer dengan besar anggaran Rp12 miliar.
Sebelumnya pada 2015 penanganan jalan poros yang melewati lima desa sebelah selatan ini yakni Simpang Berambai, Desa Natei Kerbau, Mulya Jadi, Karang Sari hingga ke Sungai Pulau baru dimulai, dengan mengaspal jalan dari perbatasan desa Marga Mulya hingga ke desa Simpang Berambai Rp5 miliar. Tahun ini, pengaspalan tersebut berlanjut hingga ke desa Natei Kerbau.
"Tahun ini banyak sekali peningkatan jalan di Kecamatan Pangkalan Banteng, bahkan anggaran total untuk jalan tersebut Rp19,188 miliar tahun ini yang dikucurkan dari DAK bersumber dari APBN," ungkap Kepala Dinas PU Kobar Agus Yuwono Minggu (3/4/2016)
Sementara Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kobar Tuslam Amirudin mengatakan, pada intinya DPRD khususnya ia sebagai yang membawahi dapil wilayah Pangkalan Banteng akan terus berkoordinasi dan komitmen bersama eksekutif untuk menangani ruas jalan antardesa secara berkelanjutan.
"Tidak hanya ruas pada poros selatan itu saja, tapi juga poros lain yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat," ujar dia.
Ia pun menjelaskan, jalan poros antardesa sebelah selatan tersebut diperkirakan panjangnya sekitar 18 kilometer. Untuk peningkatan jalan jelas memerlukan anggaran besar. Sehingga pada kenyataannya, peningkatan dilakukan secara bertahap.
"Dari Dinas PU, tahun 2017 mendatang ditargetkan anggaran untuk jalan poros itu naik total sekitar Rp20 miliar, anggaran itu cukup untuk melakukan pengaspalan hingga ke Desa Mulya Jadi," kata dia.
DPRD akan terus memantau penanganan peningkatan jalan tersebut, diperkirakan total jalan poros antar desa itu akan selesai teraspal semua sekitar empat tahun ke depan.
"Saat pertama rapat dengan PU, jalan poros itu yang pertama kita pertanyakan. Sebab, sebelum saya di DPRD juga, sudah lama kondisi jalan tersebut rusak dan tidak ada perubahan. Akhirnya pengaspalan akan dilakukan berkelanjutan setiap tahun disesuaikan dengan anggaran," katanya, (CECEP HERDI/m)


