PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ina Prayawati mendorong pemda baik provinsi, kabupaten dan kota supaya dapat memberikan solusi tepat untuk menekan jumlah angka kemiskinan di Kalteng ini.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS Kalteng jumlah penduduk miskin di provinsi ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Penduduk miskin pada September 2022 yaitu sebesar 5,22 persen atau meningkat 0,06 persen poin dari September 2021.

"Pemerintah bersama seluruh unsur forkopimda harus bisa bersinergi untuk menemukan solusi mengatasi hal itu. Tanpa sinergi, dikhawatirkan angka kemiskinan akan terus mengalami peningkatan apabila dibiarkan. Tentunya hal ini juga akan berpengaruh pada pembangunan di Kalteng," ujarnya, Senin, 17 Juli 2023.

Menurutnya, persentase kemiskinan menjadi salah satu indikator dalam menentukan keberhasilan pemda dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya persentase itu diharapkan bisa menjadi acuan bagi pemerintah dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan di daerah.

"Adanya peningkatan persentase kemiskinan ini diharapkan bisa menjadi acuan dan evaluasi dari pemerientah dalam mengambil langkah kedepannya. Apalagi dari data yang ada, persentase kemiskinan itu justru lebih tinggi di perkotaan dari pada di daerah pedesaan," ucapnya.

--page


Menurut data BPS Kalteng jumlah penduduk miskin perkotaan naik sebanyak 0,09 dari 59,84 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 59,93 ribu pada September 2022. Pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan juga turun sebanyak 0,66 dari 85,26 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 84,60 orang di September 2022.

Untuk Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat yaitu sebesar Rp584.939 per kapita perbulan, dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp453.342 atau 77,50 persen dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp131.597 atau 22,50 persen. (DONNY D/Y)