BORNEONEWS, Palangka Raya - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di lingkungan SMAN 5 Palangka Raya telah berakhir. Salah satu yang menarik diterapkan sekolah ini ialah dilakukannya tes diagnostik non kognitif untuk menelusuri minat dan gaya belajar non kognitif kepada siswa baru.
Hal ini disampaikan Kepala SMAN 5 Palangka Raya, M Ramli dalam rilisnya pada Senin, 17 Juli 2023.
"Lebih dari 300 siswa baru SMAN 5 Palangka Raya mengikuti tes diagnostik non kognitif. Mereka mengikuti kegiatan ini secara daring dengan menggunakan gawainya masing-masing. Kegiatan yang terbagi dalam tiga sesi ini berlangsung di aula pada Senin pekan lalu," kata Ramli.
Menurut Ramli, kegiatan itu dikoordinir oleh Koordinator Bidang Peminatan, Sri Wijayanti dan tim yang memandu langsung kegiatan tes diagnostik non kognitif tersebut.
"Kegiatan ini merupakan bagian persiapan implementasi kurikulum merdeka yang akan diterapkan di sekolah ini mulai tahun pelajaran 2023/2024," tuturnya.
--page
Kepala Sekolah yang membuka langsung kegiatan tersebut juga menyatakan bahwa tes ini bukan untuk mengukur kompetensi dan prestasi kognitif, melainkan untuk mendiagnosis minat, kondisi psikologi dan sosial siswa.
"Tes ini berkaitan kondisi psikologi dan sosial emosi siswa, aktivitas selama belajar di rumah, situasi dan kondisi keluarga siswa, latar belakang pergaulan siswa, dan gaya belajar, karakter, bakat, dan minat siswa," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









