BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMAN 5 Palangka Raya, M Ramli mengatakan bahwa tes diagnostik non kognitif harus dijalani para siswa dengan memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan keadaan dirinya masing-masing.
"Berkaitan dengan tes diagnostik non kognitif yang sudah dilaksanakan pekan lalu ini sudah saya sampaikan kepada 300 siswa baru agar mereka menjawab dengan jujur pertanyaan yang ada dan atau mengisi daftar isian," kata Ramli dalam rilisnya pada Senin, 17 Juli 2023.
Menurutnya Siswa harus menjawab sesuai dengan kondisi, minat, dan gaya belajar serta hal-hal spesifik terkait bakat dan kecenderungan dirinya.
"Hasil tes diagnostik nonkognitif ini akan menjadi bagian rekomendasi terhadap siswa untuk diarahkan ke kelas peminatan yang sesuai ketika naik ke kelas XI nanti, termasuk juga untuk memfasilitasi gaya belajar siswa secara merdeka dan tetap berkarakter," tuturnya.
Menurut Ramli, tampaknya kegiatan tes diagnostik nonkognitif itu berlangsung dengan tertib dan lancar. Tiga sesi berlangsung bergantian.
--page
"Para siswa baru itu tampak tenang tanpa beban menyelesaikan tes melalui gawainya sambil duduk lesehan di lantai keramik aula yang putih bersih itu," katanya menggambarkan. (TESTI PRISCILLA/H)









