BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gunung Mas bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD gelar sosialisasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan upaya pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor Inspektorat, Senin, 17 Juli 2023.
"Untuk mewujudkan proses transisi PAUD ke SD yang menyenangkan Pemerintah menghilangkan tes calistung (Baca, Tulis dan Berhitung) dari proses penerimaan peserta didik baru berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan," ujar Ketua DWP Gunung Mas Susie Andrianie Richard melalui Wakil Ketua III Kristina Asi Dihel, Selasa, 18 Juli 2023.
Dia melanjutkan, pembelajaran pada satuan PAUD dan SD kelas awal dilaksanakan masa perkenalan bagi peserta didik selama dua minggu pertama dengan menerapkan pembelajaran yang membangun pada pengenalan nilai dan budi pekerti serta pemaknaan terhadap belajar yang positif.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan pada DWP Gunung Mas Simingambun Rody Aristo Robinson mengatakan bahwa tujuan digelarnya kegiatan kemarin yakni mensosialisasikan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan upaya pencegahan kenakalan remaja .
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan bantuan peralatan sekolah untuk sejumlah anak sekolah jenjang TK, SD dan SMP.
--page
"Kami berharap, melalui kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada orangtua terkait transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan juga bisa mengetahui bagaimana cara mencegah kenakalan remaja," tukasnya.
Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S Monong selaku narasumber dalam kegiatan itu mengatakan salah satu yang bisa mencegah kenakalan remaja yakni dengan mendekatkan anak pada Tuhan.
"Dengan mendekatkan anak pada Tuhan, diharapkan mereka bisa takut pada Tuhan dan menghindari hal-hal yang tidak disukai Tuhan," jelasnya.
Selain itu, pentingnya hubungan yang hangat antara orangtua dengan anak. Kata Mimie, jika hubungan orangtua dengan anak dekat, dan seperti sahabat,diharapkan anak-anak bisa lebih terbuka terkait berbagai permasalahan kepada orangtuanya. (RISKA YULYANA/J)









