BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pu­lang Pisau terus me­lakukan formulasi upaya penanggulangan kebakaran hu­tan dan lahan.


Bahkan guna mendorong partisipasi masyarakat agar ak­tif membantu penanggula­ngannya, pemerintah melalui­ BNPB akan memberikan isen­tif bagi desa yang berhasil me­lakukan penanggulangan­ mulai dari Rp50 hingga Rp100 ju­ta.


Sekretaris BPBD Pulang Pi­sau, Rudi Purwadi masih me­nunggu petunjuk teknis dari BNPB soal rencana kebi­ja­kan itu.


“Jika sudah ada petunjuk akan segera dilaksanakan,” ka­ta. Rudi mengatakan pe­merintah pusat melalui BNPB telah melakukan pengemba­ngan sistem insentif atau pem­berian program pemba­ngunan senilai Rp100 juta ba­gi desa rawan kebakaran yang melakukan pencegahan ke­bakaran, sehingga tidak ter­jadi kebakaran lagi.


Lalu Rp50 juta bagi desa yang wilayahnya terbakar, ta­pi mampu memadamkan se­cara mandiri.


Dia mengatakan pemadam­an semua dilakukan secara man­diri dan tidak dipadam­kan­ oleh pihak luar.


“Insentif itu merupakan re­ward pemerintah terhadap usa­ha masyarakat, sehingga bencana yang terjadi tahun sebelumnya tidak terulang lagi,” katanya.


Rudi mengatakan upaya pen­cegahan Karhutla yang di­lakukan kali ini lebih banyak berbasis pemberdayaan masyarakat.


Dimana dalam penanggula­ngan masyarakat yang berpe­ran aktif dengan membentuk desa tangguh bencana.


Tahun ini kelanjutan un­tuk­ desa tangguh bencana, ka­rena fasilitasinya tiga ta­hu­n dan ada dua desa yang ditetapkan sebagai desa tangguh bencana yakni Desa Taru­na dan Desa Pilang.


Upaya lain yang dilakukan­ dalam penanggulangan deng­an­ pengadaan bibit peng­ganti sarana pertanian pa­da pembangunan sumur bor di wilayah rawan kebakaran.


“Kita bangunkan untuk ke­lompok tani setelah kebakar­an yang terjadi tahun lalu,” tandasnya. (B-6)