PEMBANGUNAN jari­ngan kabel saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilovolt (KV) untuk pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Blok Bangkanai, Barut, masih tersisa 10 titik tower.


Kendala itulah, sebut Bupati Barut Nadalsyah, menyebabkan operasional PLTMG di Desa Karendan, Kecamatan Lahei masih belum optimal karena permasalahan ganti rugi lahan.


Nadalsyah berharap percepatan pembangunan jalur transmisi SUTT 150 KV Muara Teweh-Tanjung, Kalimantan Selatan agar Barito Utara tidak krisis listrik lagi dan segera masuk dalam interkoneksi transmisi listrik sistem Kalimantan.


Pihaknya telah melakukan rapat forum komunikasi pemerintah daerah (FKPD) untuk membantu permasalahan jalur Muara Teweh-Buntok, Kabupaten Barito Selatan pada 10 titik yang belum selesai.


“Sehingga apabila diperlukan dengan upaya terakhir bagaimana prosedurnya apabila ganti rugi tanam tumbuh kalau saluran jaringan (ROW) SUTT 150 KV yang belum selesai bisa dititipkan di Pengadilan Negeri dan pemasangan kabel bisa dilaksanakan dalam waktu segera,” kata Nadalsyah, Minggu (3/4/2016).


Nadalsyah mengatakan, pihak PT Ophir Indonesia Bangkanai selaku operator PLTMG bisa membantu PLN Muara Teweh tetap melayani masyarakat sehingga listrik tetap menyala, selama upaya pembangunan jaringan SUTT 150 KV dalam penyelesaian. 

(DN/ANT/B-5)