LAGA El Clasico yang ber­langsung di Camp Nou, Minggu (3/4/2016) dini hari, men­jadi milik Real Madrid.


Meski sepanjang laga ber­ada di bawah tekanan dan ha­nya bermain dengan 10 orang sejak menit 84’ akibat Ser­gio Ramos dikartu merah wasit, Los Blancos te­tap mampu mempecundangi Barcelona yang tampil di de­pan pendukung sendiri. La­ga pun berakhir dengan ke­dudukan 1-2 untuk kubu ta­mu.


Karim Benzema dan Cris­tia­no Ronaldo menjadi pencetak gol Madrid pada laga super pa­nas yang diwarnai enam kartu kuning itu.

Sedangkan Blaugrana hanya mampu me­lesakkan sebiji gol lewat tan­dukan Gerard Pique.


Hasil minor itu membuat rekor tidak kekalahan Barca akhirnya terhenti pada laga ke-39. Berdasarkan da­ta statistik yang dilansir Whoscored, El Barca terakhir menderita kekalahan saat ber­jumpa dengan Sevilla di  ajang La Liga pada 3 Oktober 2015. Sejak saat itu hingga kemarin, Barca sukses meng­aman­kan 32 kemenangan dan 7 hasil seri di semua kompetisi yang diikuti, baik Liga Champions, Copa del Rey, maupun La Liga


Selain memutus rekor, ke­kalahan dari rival utama itu membuat upaya Barca me­rengkuh trofi La Liga sece­pat­nya sedikit terhambat.

Tidak cuma itu, kekalahan dari Los Blancos menjadi modal buruk bagi Azulgrana yang akan melakoni laga per­em­patfinal Liga Champions kontra Atletico Madrid pada Ra­bu (6/4/2016) dini hari.


Sebaliknya, bagi Los Merengues, kemenangan atas Bar­ca membuat kesempatan anak asuh Zinedine Zidane merebut trofi liga masih ter­bu­­ka, dengan syarat Barca ter­gelincir di beberapa per­tan­dingan terakhir.


Barcelona kini memiliki 76 ang­ka dengan tujuh pertandi­ngan tersisa, unggul tujuh ang­ka atas tim peringkat ke­tiga Real Madrid, enam ang­ka atas penghuni runner up Atletico Madrid.


Secara matematis, ketiga tim masih berpeluang keluar se­bagai juara. Menyadari hal itu, Zidane pun menyebut ke­me­nangan atas Lionel Messi dan kawan-kawan sebagai hadiah besar bagi timnya.


“Kemenangan di sini me­rupa­kan hadiah besar bagi pa­ra pemain kami sebab me­reka telah menampilkan per­main­an luar biasa,” katanya saat konferensi pers seusai pertandingan.


Sementara itu, pelatih Barca Luis Enrique mengaku sa­ngat menyakitkan kalah di kandang sendiri. Namun, ia telah memprediksi hal

itu bakal terjadi pada suatu hari. “Saya senang dengan si­kap para pemain saya, ji­ka bukan hasilnya,” ungkap pe­latih kelahiran 8 Mei 1970 ini. (ANT/B-3)