DI TENGAH upayanya menjuarai Liga Primer Inggris, Leicester City diterpa isu kurang sedap. Tersiar kabar bahwa sejumlah pemain di klub berjuluk the Foxes itu terlibat dalam skandal pemakaian obat pendongkrak stamina atau doping.
Dalam laporan yang beredar, dikatakan setidaknya terdapat 150 atlet yang terlibat dalam kasus ini.
Menurut kabar yang dilansir The Sunday Times, atlet yang menggunakan doping termasuk pemain di klub pemuncak klasemen Premier League saat ini. Selain itu, ada juga nama-nama pemain di klub lain seperti Birmingham City, Arsenal, dan Chelsea.
Hanya, laporan tersebut tidak secara gamblang menyebutkan apakah pemain yang dituduh masih bermain di klub tersebut atau sudah hengkang. Selain itu, klaim dari dokter soal kasus doping ini juga masih dipertanyakan.
Kendati demikian, kabar ini jelas mengejutkan. Pasalnya, Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi yang ketat dalam aturan doping. Tapi di surat kabar mingguan itu tertulis bahwa tim dokter yang mengungkap kasus ini mengaku telah memeriksa sejumlah atlet di berbagai bidang olahraga termasuk petinju dan pemain tenis.
“Dalam enam tahun terakhir, dia telah membantu 150 olahragawan dari Britania Raya, dan luar negeri dengan obat-obatan yang dilarang seperti erythropoitein (EPO), steroid, dan hormon pertumbuhan,” tulis The Sunday Times.
Kabar ini langsung dibantah keras oleh pihak klub-klub tersebut. Chelsea misalnya, dalam pernyataan resminyamenganggap klaim itu dilontarkan tanpa dasar.
“Klaim oleh The Sunday Times pada kami salah dan tidak didasari bukti yang kuat. Chelsea tidak pernah menggunakan jasa dokter Bonar (tim dokter yang dimaksud The Sunday Times) dan tidak mengetahui catatan apapun soal pemain kami.”
(ANT/B-3)








