PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Virtual Police Bidang Hubungan Masyarakat atau Bidhumas Polda Kalteng Ipda H Shamsuddin mengajak pelajar SMPN 11 Palangka Raya untuk bersama mencegah hoaks atau informasi tidak benar. Ajakan disampaikan langsung dalam kegiatan Kominfo Go To School bertema ‘Generasi Anti Hoaks’ di SMP tersebut, Kamis, 20 Juli 2023. 

"Kalau dapat informasi, pastikan dulu kebenarannya. Jangan langsung dishare. Kalau dapat di WA (WhatsApp), tanyakan dulu benar atau tidak," katanya.

Dia menegaskan, setiap informasi yang masuk harus dicermati lebih dulu untuk memastikan benar tidaknya kabar tersebut. Sebab, dampak negatif dari hoaks cukup besar. Tidak hanya membuat warga resah, berita hoaks juga dapat menimbulkan perpecahan. Selain itu, dapat pula menimbulkan kerugian ekonomi. 

Cak Sam mencontohkan, ada seseorang yang memiliki usaha kuliner. Usahanya itu kemudian laris atau banyak dikunjungi pelanggan. Kemudian, ada seseorang yang menyebarkan di media sosial bahwa di makanan tersehut terdapat ulat. Kabar itu kemudian viral hingga berdampak bagi si pengusaha kuliner yang mendadak sepi. Padahal setelah ditelusuri, penyebar itu hanya iseng, tidak bisa memastikan kebenarannya.

Setelah digali lebih dalam lagi, rupanya video yang disebar berada di luar Kalteng. Untung saja, pengusaha yang merasa dirugikan memaafkan. "Coba kalau tidak, sudah masuk panjara karena melanggar Undang-undang ITE dan ancamannya itu 6 tahun penjara. Makanya jangan sampai hanya karena jari, masuk penjara," tegasnya.

--page

“Pesan saya, jangan sebarkan hoaks. Harus disaring sebelum sharing. Dapat informasi, harus disaring dulu,” demikian Cak Sam menyampaikan. (BUDI/Y)