PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sekolah yang sederajat di Kabupaten Katingan sempat dikhawatirkan terganggu pemadaman listrik. Namun, hingga pelaksaan UN hari pertama, Senin (4/4/2016) kekhawatiran itu tak terbukti.

"Kita bersyukur jadwal UN di Katingan tidak terganggu. Dan, PLN selalu stand by. Selain itu pihak Disdik (Dinas Pendidikan) juga menyediakan genset," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Katingan, Nikodemus saat memantau pelaksanaan UN di SMA Negeri 2 Katingan Hilir.

Kepala Disdik Katingan, Hartoni mengatakan, lebih dari 1.500 siswa dari berbagai SMA, MA, dan SMK, mengikuti jalannya UN. Namun, kata dia, hanya SMA Negeri 1 Katingan Hilir saja yang sudah menggelar UN berbasis komputer (computer base test/CBT).

"Kita berharap ke depannya semua sekolah dapat menerapkan ujian secara online. Dengan metode ini hasil ujian lebih bersih, tanpa ada contek-mencontek. Karena meskipun materinya sama, namun soal dan jawabannya berbeda," kata Hartoni.

Pelaksanaan UN di Katingan, juga dipantau secara langsung oleh pihak Disdik Kalteng, Universitas Palangka Ray, dan Ombudsman RI Kalteng.

Sebelumnya, pelaksanaan UN di Kotawaringin Timur (Kotim) juga dihantui ketakutan padamnya listrik. Tak ingin ambil risiko, sebanyak tujuh sekolah yang menggelar UN di Kotim, sejak awal menggunakan aliran listrik dari genset. (Hairul Saleh/B-10)