BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penampilan penari tradisional dari sanggar Bakuba Kelurahan Mendawai yang membawakan Tari Gempita Bakuba Bawi Hatue menjadi pembuka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 65 owner Citra Borneo Indah (CBI) Group H. Abdul Rasyid AS, yang dihadiri ratusan undangan Sabtu, 22 Juli 2023 malam.
Dalam acara yang digelar di Ballroom Mercure Hotel Pangkalan Bun dihadiri oleh berbagaitamu undangan di antaranya Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, Kapolda Kalteng Irjen Nanang Avianto, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Bayu Permana, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno dan Wakil Ketua I Abdul Razak, Ketua DPD Golkar Kalteng H.M Ruslan as dan istrinya Nurhidayah serta tamu undangan yang terdiri dari Forkopimda Kobar dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya H. Abdul Rasyid AS mengatakan bahwa saat ini ia merasa menjadi orang yang paling berbahagia lantaran saat menginjak usia 65 tahun, ia dikelilingi keluarga dan kolega yang selalu memberikan support.
"Karena latar belakang saya memang saat kecil, hidup dalam kondisi yang susah. Usia 14 tahun sudah mulai bekerja. Namun Alhamdulillah usia 21 tahun mulai jadi kontraktor. Dalam menjalani dunia usaha sudah berbagai kondisi dialami, jatuh bangun dalam membangun usaha . Tetapi saat ini berkat bantuan dari para profesional di perusahaan maka perusahaan semakin besar," jelasnya.
Karena itulah menurut H. Abdul Rasyid AS, keberhasilan yang dirasakan saat ini diakuinya tidak bisa tercapai bila tidak ada dukungan dari berbagai pihak.
"Ini berkat kekompakan kita semua. Memang masalah selalu ada, namun bagaimana kita mengelola masalah agar bisa diselesaikan. Saya bisa berdiri tegak dan perusahaan berkembang dan anak saya mulai masuk kantor maka adakah kebahagiaan saya. Karena dukungan semua pihak sehingga tempaan atas usaha yang terjadi walaupun sangat luar biasa bisa dilewati. Meskipun banyak yang menekan, namun lebih banyak lagi yang mendukung," jelasnya.
Karena dukungan dari berbagai pihak tersebut, memicu semangatnya untuk membangun Kalteng dan khususnya Kabupaten Kobar agar bisa dianggap sejajar dengan daerah lain .
"Dulu saat memulai awal perkebunan saay sempat dicibir, lantaran waktu itu industri perkayuan masih berjaya. Tetapi setelah melewati berbagai tantangan yang ada dan saat ini mempekerjakan ribuan karyawan, akhirnya saya bisa membuktikan bahwa kita bisa mengatasi tantangan tersebut. Hal serupa juga terjadi saat saya membangun kompleks industri di Kobar dan kenapa tidak di pulau Jawa saja. Nanun setelah melakukan pengakajian yang mendalam dan berupaya keras akhirnya saat ini komplek industri tersebut sudah mulai berkembang," jelasnya.
Selain itu ia membangun perusahaan ini di Kobar lantaran prihatin dengan kondisi Bumi Marunting Batu Aji ini.
--page
"Karena mayoritas perusahaan yang ada di Kobar tidak berkantor pusat di Kobar. Mereka hanya beraktivitas usaha di Kobar, tetapi kantor pusatnya di tempat lain. Bahkan saat saya membangun hotel juga diketawakan oleh banyak pihak. Namun saya katakan bahwa saya ingin membangun segala infastruktur industri di Kobar agar daerah kita ini tidak kalah dengan daerah lain," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









