BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Suparmadi menanggapi amblasnya truk Angkutan berat di jalan kota hingga pipa PDAM pecah.
"Mereka dini hari lewat di situ. Karena itu jalan menuju ke pelabuhan," kata Suparmadi, Minggu, 23 Juli 2023.
Pihaknya telah memberikan imbauan truk angkutan berat melebihi kapasitas 8 ton melewati jalur lingkar selatan dan utara. Karena jalan di dalam kota hanya kelas 3, sehingga angkutan berat yang melintas jalan kota maksimal tonase 8 ton.
Namun insiden di Jalan S Parman melibatkan truk angkutan berat tonase 17 ton. Sopir tersebut menepi saat hendak menuju Pelabuhan Sampit. Tak sengaja roda berada di atas pipa PDAM dan amblas, memecahkan pipa sebesar 8 inci itu.
Insiden tersebut mengakibatkan tersendatnya suplai air PDAM di sekitar Jalan S Parman, Jalan A Yani, dan RSUD dr Murjani Sampit.
"Kami sudah memberi imbauan kepada mereka. Namun juga karena ini jalan menuju pelabuhan, minimal mereka memperhatikan tonasenya," ujarnya.
Dia mengatakan dinas perhubungan hanya berwenang untuk menyosialisasikan dan memberi imbauan. Pihaknya tidak berwenang menindak truk angkutan berat masuk jalan di kota.
--page
Dinas perhubungan juga telah turun ke jalan Kapten Mulyono dan Tjilik Riwut, mengimbau truk-truk melebihi kapasitas berputar ke jalan lingkar.
"Karena selain mempercepat kerusakan jalan dalam kota, dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan," tutup Suparmadi. (DEWI PATMALASARI/R)









