BORNEONEWS, Sampit - Sedikitnya ada 29 siswa SMA, MA dan SMK di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak ikut ujian nasional (UN) pada hari pertama.
“Sampai saat ini laporan dari sekolah jumlah yang tidak masuk hanya 29 orang. Alasan mereka tidak masuk ada yang keluar dan sakit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Ahmad Syaifudi, Senin (4/4/2016).
Dari 29 orang siswa yang tidak ikut tersebut rata-rata berasal dari sekolah yang menggelar ujian nasional dengan system paper based test (UN PBT) atau memakai kertas manual. Dengan rincian dari SMA Jurusan IPA sebanyak satu orang. Jurusan IPS 10 orang. SMK 12 orang, MA tujuh orang.
Sedangkan untuk siswa yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) belum diketahui jumlah siswa yang tidak hadir.
Data Dinas Pendidikan, ada 3.991 peserta ujian nasional SMA/MA/SMK di Kotawaringin Timur. Mereka tersebar di 50 sekolah di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 sekolah mengikuti ujian nasional berbasis kertas, sedangkan tujuh sekolah lainnya melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau computer base test (CBT), yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2 Sampit, SMK Negeri Kotabesi dan SMK Negeri Cempaga.
“Dari 3.991 siswa yang terdaftar dan mengikuti UN tersebut masing-masing terdiri dari SMA sebanyak 1.962 siswa, SMK 1.650 siswa dan MAN sebanyak 379 siswa,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kotim Ahmad Syaifudi.
UN tingkat SMA sederajat yang dilaksanakan terhitung sejak 4-7 April 2016, digelar dengan dua cara, yakni secara manual dan Computer Base Test (CBT) atau ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Untuk secara manual lembar jawaban dikerjakan pada lembaran kertas, sedangkan online menggunakan jaringan internet. (RAFIUDIN/m)


