BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tiga siswi sekolah menengah kejuruan di Nanga Bulik, Lamandau yang hamil di luar nikah tetap mengikuti ujian nasional.


"Dari 85 siswa kami yang mengikuti UN hari ini, tiga di antaranya adalah siswi yang hamil tersebut," kata Kepala SMKN 1 Bulik, Glorine, Senin (4/4/2016).


Menurutnya, pihak sekolah telah menyediakan sedikitnya lima ruang kelas untuk gelaran ujian nasional. Namun, sebutnya, untuk siswi yang hamil tersebut telah disiapkan ruang khusus dan tetap diawasi seperti peserta lainnya.


"Dari absensi yang ada, seluruh siswa kita (SMKN 1 Bulik) hadir semua. Semoga kondisi ini berlangsung sampai pelaksanaan UN hari terakhir," harapnya.


Glorine memastikan, meskipun semua siswi hamil itu telah dikembalikan ke orang tua pasca pihak sekolah mengetahui bahwa mereka berbadan dua, tiga siswi itu tetap diperbolehkan untuk ikut UN.


“Ini atas berbagai pertimbangan, utamanya atas dasar pemenuhan hak pendidikan. Terlebih, ketiga siswi tersebut sudah ada dalam daftar peserta UN tahun ini,” katanya.


Lebih jauh lagi, Glorine berharap bahwa peristiwa yang cukup mencoreng citra dunia pendidikan, khususnya lembaga pendidikan yang dipimpinnya ini diharapkan menjadi peristiwa pertama dan terakhir. Karenanya, pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan sistem pembelajaran dan pengawasan anak didiknya agar lebih baik lagi. (HENDI NURFALAH/m)