TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Riza Rahmadi, meminta Pemkab Barito Timur meningkatkan luas tanam padi untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah setempat.

Hal tersebut disampaikan Riza saat mengunjungi Kelompok Tani Milenial Ampari Jaya di Desa Ampari Kecamatan Awang, Minggu, 23 Juli 2023.

"Berdasarkan hasil rapat tim pengendali inflasi pemerintah pusat, provinsi dan daerah yang dilaksanakan oleh Kemendagri pada tanggal 17 Juli 2023 indeks pertumbuhan harga beras Barito Timur termasuk 10 besar tertinggi di luar Pulau Jawa dan Sumatera, karena itu saya mendorong pemerintah kabupaten agar menambah luas tanam padi," ucapnya.

Menurut Riza Rahmadi, Pemkab Barito Timur dapat memanfaatkan lahan Kelapa Sawit Masyarakat (KSM) seluas 840 hektare yang sedang dikembangkan saat ini untuk meningkatkan luas tanam padi.

"Ya lumayanlah 840 hektare lahan KSM bisa dimanfaatkan selama 3 tahun pertama saat sawit belum menghasilkan untuk mengembangkan benih padi-padi lokal serta menambah luas tanam padi," katanya.

--page

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng juga meminta Pemkab Barito Timur agar memanfaatkan dengan maksimal Bendungan Karau untuk meningkatkan luas tanam padi sawah.

"Bendungan Karau mampu mengairi sawah seluas 3.476 hektare, ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga lahan pertanian yang ada dapat memberikan hasil yang maksimal untuk meningkatkan ketersediaan beras maupun kesejahteraan petani di Barito Timur," paparnya.

Riza mengakui saat ini petani mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Menurutnya kondisi tersebut disebabkan oleh geopolitik global yakni perang antara Rusia dan Ukraina sebagai pemasok terbesar bahan pupuk.

"Memang kuota yang dulu tercukupi, akibat kondisi geopolitik global menyebabkan kelangkaan pupuk dan pupuk yang ada harus dibagi-bagi," terangnya.

Meski demikian dia meminta penyuluh pertanian tetap menginput Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK pada kelompok tani agar diketahui kebutuhan pupuk dan pemerintah mengalihkan pupuk dari daerah lain yang luas tanamnya lebih sedikit. (BOLE MALO/J)