BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur (SAG) Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengingatkan, peran pasar murah dan penyeimbang dalam kendalikan harga pangan.
“Sesuai program yang sudah ada, terus melalukan pasar murah, pasar penyeimbang, gerakan pengendali pangan dan gerakan bantuan sosial,” kata Yuas Elko dalam keterangannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara hybrid, Senin, 24 Juli 2023.
Seperti diketahui berdasarkan data rilis BPS Kalteng pada awal 3 Juli 2023, Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada bulan Juni terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi (0,95 persen).
Kemudian kenaikan indeks, kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,37 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,36 persen).
Setelah itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,19 persen), kelompok kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,13 persen), serta kelompok pendidikan (0,03 persen).
--page
Sedangkan inflasi tahun kalender Juni 2023 terhadap Desember 2022 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 1,53 persen dan inflasi tahun ke tahun Juni 2023 terhadap Juni 2022 sebesar 3,55 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Juni 2023 antara lain angkutan udara, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, tomat, teh siap saji, buncis, bawang putih, dan perhiasan.
Sedangkan, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Juni 2023 antara lain bensin, ikan gabus, kacang panjang, ikan asin telang, ikan nila, ikan lais, bahan bakar rumah tangga, baju muslim wanita, udang basah, dan solar. (HERMAWAN DP/H)









