BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor mengusulkan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram sebanyak 2,1 juta tabung atau setara 6,4 juta kilogram untuk kebutuhan masyarakat miskin dan UMKM.
Usulan tersebut disampaikannya kepada perwakilan BPH Migas dan DPR RI yang hadir dalam Seminar Umum Kebijakan Hilir Migas dari BPH Migas dan DPR RI, di Hotel Werra Resort, Selasa, 25 Juli 2023.
"Besar harapan kami mendapat perhatian dari DRP RI, BPH Migas dan PT. Pertamina Patra Niaga," ungkap Halikin.
Halikin mengatakan, pemerintah daerah juga telah melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, untuk menyampaikan usulan terkait dengan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram tersebut.
Ini karena masih ada 6 kecamatan di Kotim yang belum dikonversi dari penggunaan minyak tanah ke gas elpiji. Padahal, rata-rata masyarakatnya sudah beralih menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar rumah tangga.
--page
"Karena memang pada kenyataannya masyarakat sudah beralih secara mandiri menggunakan elpiji tabung 3 kilogram," imbuhnya.
Halikin juga menyayangkan, sebab pada akhir tahun 2022 lalu gas elpiji 3 kilogram menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kotim sehingga hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar segera bisa mendapatkan tambahan kuota sembari pemerintah mengevaluasi pendistribusian gas bersubsidi tersebut.
"Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI telah melaksanakan rapat teknis bersama stakeholder terkait proses konversi minyak tanah ke elpiji," tutupnya. (NOOR ANNISA/Y)









