Pemerintah pusat sudah mengumumkan penurunan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku per 1 April 2016. Namun, harga sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, umumnya masih serba mahal.


“Harga sembako di pasaran masih tetap seperti biasa. Ada yang naik, tetapi ada juga yang turun,” ucap Ririn, yang tengah berbelanja di Pasar Indrasari, Pangkalan Bun, Kobar, Senin (4/4/2016).


Amin, pedagang di pasar tersebut, mengatakan, harga beras yang dijualnya bertahan pada kisaran Rp9.500 hingga Rp12.500 per kilogram (kg). ‘’Tergantung jenisnya,” katanya.


Sementara harga gula pasir juga masih Rp13 ribu per kg, cabai merah Rp45 ribu per kg, dan telur naik dari Rp14 ribu ke Rp16 ribu per kg. Sedangkan bawang merah turun dari Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kg dan daging sapi turun dari Rp110 ribu menjadi Rp100 ribu per kg.


Stok lama


Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Kobar, Eko Lusini, menyebutkan, harga kebutuhan pokok masih tinggi karena pedagang menjual stok lama. “Diperkirakan dalam waktu dekat harga sembako segera turun seiring biaya transportasi dari daerah asal barang yang juga turun,” ujarnya.


Ia mengimbau, setelah stok lama habis, para pedagang dapat menyesuaikan harga sembako dengan penurunan harga BBM dan biaya transportasi barang supaya membantu perekonomian masyarakat.


“Saat ini stok beras, minyak goreng, cabai, bawang merah dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya cukup berlimpah karena pasokan barang dari daerah asal yang lancar,” ujarnya. (CR-1/B-1)


Harga BBM Maret-April 2016 (Kalimantan Non Kaltara)

1. Solar subsidi: Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter

2. Premium RON 88: Rp6.950 menjadi Rp6.450 per liter

3. Minyak tanah: tetap Rp2.500 per liter