LEICESTER City tengah berada pada masa-masa terbaik dalam sejarah klub.
Tim berjuluk the Foxes itu saat ini tengah memimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan tujuh poin dari rival terdekat, Tottenham Hotspur, yang membuntuti di tangga kedua.
Kemenangan tipis 1-0 atas Southampton pada akhir pekan tadi diklaim telah membuat Jamie Vardy dan kawan-kawan diambang gelar juara.
Dengan enam laga tersisa, the Foxes memang memiliki kans paling besar untuk meraih trofi liga pertama dalam sejarah klub.
Meski begitu, manajer Leicester City Claudio Ranieri menegaskan bahwa kompetisi sama sekali belum berakhir. Karena itu, ia meminta pasukannya harus tetap fokus hingga akhir musim.
Pelatih asal Italia itu juga tidak mau anak asuhnya besar kepala dan berpikir bahwa mereka sudah juara. Ia pun meminta pasukannya tetap dalam konsentrasi penuh.
“Kami harus tetap tenang, konsentrasi pada pertandingan, dan tampil bagus. Saya pikir itulah pekerjaan kami,” tegasnya.
Di sisi lain, juru taktik kelahiran 20 Oktober 1951 turut mengungkapkan kebahagiaannya lantaran skuatnya terus meraih kemenangan walau hanya dengan skor tipis, termasuk saat mengalahkan Southampton.
“Clean sheet (tidak kebobolan), tiga poin, selangkah demi selangkah. Sangat luar biasa karena kami tahu Southampton datang ke sini dengan rasa percaya diri tinggi,” ujarnya.
“Saya sangat menikmati kemenangan ini. Kami sedang bermimpi (menjadi juara Liga Primer Inggris). Bila kami mampu melakukan sesuatu, kami harus bisa melanjutkannya. Sangat penting untuk tetap tenang dan terus menjaga momentum ini,” tandasnya.
Untuk diketahui, prestasi terbaik Leicester City di Liga Primer Inggris adalah saat keluar sebagai runner up pada musim 1929 dan terakhir kali berpeluang meraih gelar adalah pada 1963 ketika finis di peringkat keempat serta kalah di final Piala FA pada musim yang sama. (Bbc/sky/B-3)








