DUEL panas akan tersaji di Allianz Arena, saat sang empunya stadion, Bayern Munchen, menjamu Benfica di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (6/4/2016) pukul 01.45 WIB.
Munchen punya catatan bagus saat menghadapi Benfica. Dari enam pertemuan kedua tim, Die Rotten mengoleksi empat kemenangan. Namun, keduanya belum pernah bersua lagi sejak 1995 silam.
Dalam laman resmi UEFA, gelandang Munchen Xabi Alonso mengatakan akan mengambil pengalaman saat melawan FC Porto untuk laga kontra Benfica.
“Kami sudah belajar dari pengalaman tahun lalu lawan Porto. Di babak ini segalanya jadi sulit. Kami harus menghormati Benfica, dan punya banyak waktu untuk menganalisis mereka,” tutur Alonso.
Pada 22 April 2015, FC Hollywood pesta gol 6-1 saat menjamu Porto. Tapi ketika melawat ke Portugal, mereka malah keok 1-3 meski akhirnya lolos ke semifinal.
Pada kesempatan yang sama, gelandang Munchen Franck Ribery lebih memperhatikan keangkeran kandang lawan, Estadio da Luz serta suporter fanatik yang datang ke sana.
“Saya pikir undian ini bagus bagi kami dan Benfica memiliki tim yang hebat dengan beberapa pemain bagus. Stadion mereka hebat dan mereka memiliki pendukung yang fantastis,” ucap pemain asal Prancis ini.
Karena itu, untuk mengurangi tekanan pada leg kedua, Ribery meminta rekan-rekannya tampil maksimal di depan publik sendiri dan mencetak gol sebanyak mungkin.
Kemenangan dengan keunggulan gol besar, menurutnya, akan menjadi modal berharga untuk lakoni leg kedua delapan hari kemudian.
Tidak mudah
Hanya, ambisi Ribery dan kawan-kawan dipastikan tidak akan berjalan mudah. Mengingat Benfica juga tidak mau pulang dengan tangan hampa.
Apalagi tim berjuluk As Aguias (si Elang) itu juga mengincar tiket babak semifinal pertamanya dalam 25 tahun terakhir.
Untuk mengulang sejarah itu, tim asal Portugal tersebut wajib menyingkirkan Bayern bagaimanapun caranya. Jika berhasil mengalahkan juara bertahan Bundesliga itu, Benfica bakal menyentuh rekor seperempat abad lalu. (B-3)








