PELAKSANAAN ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kabupaten Sukamara pada hari pertama (Senin, 4/4/2015) berjalan lancar.
Hanya, dari 577 siswa yang terdaftar sebagai peserta, ada tujuh orang tercatat tidak hadir dengan berbagai alasan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sukamara Sutrisno merinci, siswa yang tidak hadir itu terdiri dari empat siswa SMKN 1 Sukamara, dua siswa SMAN 1 Jelai, dan satu siswa SMKN Permata Kecubung.
“Jumlah siswa SMA yang terdaftar ada sebanyak 395 siswa dan tidak hadir ada dua orang. Siswa SMK yang mengikuti UN berjumlah 182 orang dan tidak hadir lima orang. Jadi jumlah siswa mengikuti UN sebanyak 570 orang,” kata dia.
“Kita bukan tidak mau mendidik mereka, namun ada beberapa hal yang membuat mereka tidak mau dididik sehingga mereka tidak dapat mengikuti UN tahun ini,” sambung Sutrisno.
Ia menyebutkan, pada tahun ini nilai UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Sebab terdapat beberapa kriteria lain yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kelulusan, di antaranya terkait moral dan integritas atau kejujuran siswa.
Menurutnya, siswa yang memiliki moral baik dan jujur akan jauh lebih dihargai ketimbang peserta didik yang memiliki nilai tinggi namun tidak jujur.
“Artinya kita mempersiapkan generasi muda kita tidak hanya cerdas intelektualnya tetapi juga religiusnya, Di samping dia pintar, perilakunya juga baik,” ucap Sutrisno.
Meski begitu, nilai UN tetap penting karena akan mempengaruhi penilaian saat siswa bersangkutan mendaftar di perguruan tinggi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukamara Windu Subagio berharap, pelaksanaan UN tahun ini dapat berjalan lancar sejak hari pertama hingga terakhir.
Di samping itu, meski nilai UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, Subagio turut berharap, siswa memiliki semangat untuk meraih hasil terbaik sebab akan menentukan langkah selanjutnya saat ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Tahun-tahun sebelumnya kelulusan ditentukan dari hasil ujian, tetapi untuk tahun ini nilai tidak menentukan kelulusan. Meski begitu tetap menjadi sesuatu yang penting, karena bagaimanapun juga nilai dari ujian ini menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” sebut Wakil Bupati seusai meninjau pelaksanan UN di beberapa sekolah.
Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan UN pada hari pertama berjalan lancar dengan mata pelajaran yang diujikan yakni bahasa Indonesia. “Ini pelaksanaan sangat aman dan terkendali, ini hari pertama ujian dengan mata pelajaran bahasa Indonesia,” sebutnya.(MG13/B-3)


