PANGKALAN BUN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi agenda tahunan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ternyata bisa berdampak serius bagi penilaian Piala Adipura.


Bahkan, nilai yang bakal dikurangi oleh tim penilai jika diketahui masih terjadi karhutla, cukup tinggi yakni hingga 20 poin. Tingginya pengurangan nilai ini dikhawatirkan dapat menggagalkan upaya bumi Marunting Batu Aji menggondol Piala Adipura yang ke-10.


Pengurangan 20 poin itu dilakukan apabila terdapat kasus karhutla yang jumlah hotspotnya melebihi dari jumlah hotspot tahun sebelumnya pada bulan yang sama,” 


“Kalau saja Kota Pangkalan Bun mendapat nilai 75, jika terjadi karhutla dengan jumlah hotspot yang tinggi maka nilai itu dikurangi 20 poin dan menjadi 55 saja. Tentu ini bisa menghambat Kobar bisa meraih adipura,” jelas Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kobar Fahrizal Fitri, Senin (4/4/2016).


Oleh sebab itu, kasus karhutla di Kobar, harus benar-benar dijaga. Pasalnya, percuma saja kota bersih tapi kejadian karhutla mengalami kenaikan hotspot. Fahrizal pun berharap, hal ini dapat disadari oleh semua lapisan masyarakat Kobar untuk tidak melakukan karhutla.


“Saya harap masyarakat Kobar tidak melakukan Karhutla agar poin penilaian adipura tidak berkurang. Terlebih semua masyarakat sangat mendambakan setiap tahun bisa memboyong piala adipura. Sehingga kedepan kota Pangkalan Bun terkenal sebagai kota adipura,” bebernya. (CR-1/B-12)