PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Pelatihan Sertifikasi Konselor PFA, Kamis, 27 Juli 2023. 

Pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA) itu diikuti sekitar 40 peserta terdiri atas relawan, fasilitator PUSPA Kobar, PATBM, hingga UPTD PPA DP3AP2KB Kabupaten Kobar. Mereka tercatat sebagai orang-orang yang pertama kali berinteraksi dengan para korban. Pelatihan ini menghadirkan pembicara, salah satunya Psikolog dari Yayasan Pulih Jakarta, Aenea Marella. 

Aenea menjelaskan, bahwa Dukungan Psikologis Awal untuk menenangkan, meredakan emosional yang luar biasa. Korban yang mengalami guncangan psikologis, ditenangkan dulu dengan DPA agar tidak berkembang ke masalah yang lebih serius. 

Kemudian, saat pemaparan materi, Aenea mengatakan salah satu tindakan PFA/DPA terhadap korban yang harus dilakukan ialah melihat kondisi korban dan memberikan kebutuhan utamanya. 

"Misalkan dia mengalami kekerasan fisik, jika ada luka maka harus diobati dulu, atau dia tampak sangat terguncang butuh ruang, waktu maka kita boleh kasih space dia untuk misalnya nangis atau kasih minum kalau dia butuh minum, tapi yang paling utama penuhi kebutuhan urgent dia," katanya. 

--page

Ia melanjutkan, saat korban sedang melaporkan dan butuh pertolongan, maka perlu hal-hal yang harus dihindari oleh fasilitator pada saat melakukan pendampingan. 

"Ketika mau memberikan PFA ini di awal-awal jangan cepat misalnya memberikan saran atau nasihat meskipun maksudnya baik ya. Tapi, pada saat awal ketika kondisi emosionalnya sedang sangat tinggi ya udah didengerin aja dulu gitu," tutut Aenea.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, relawan atau fasilitator bisa mengintegrasikan atau memasukkan prinsip atau praktik-praktik PFA yang bisa bermanfaat kepada subyek dampingan, perspektif empati. (NURITA/Y)