BORNEONEWS, Kasongan - Kabupaten Katingan hingga saat ini masih kekurangan tenaga bidan, terutama untuk ditempatkan di sejumlah desa atau pelosok. Namun Dinas Kesehatan justru menarik bidan yang bertugas di pelosok.
Misalnya seorang bidan yang bertugas di Pustu Desa Parupuk Kecamatan Kamipang yang ditarik ke Puskesmas Baun Bango, sehingga di desa ini mengalami kekosongan petugas medis.
Dikonfirmasi masalah ini, Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus Pamurianto membenarkan bidan yang semula bertugas di Pustu Parupuk terpaksa ditarik ke Puskesmas induk Baun Bango, Kecamatan Kamipang, lantaran tenaganya sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di sana.
"Pemindahan itu sifatnya hanya sementara, sebab di Puskesmas Induk Baun Bango masih kekurangan tenaga bidan. Selain itu tenaga bidan lebih diperlukan khususnya terkait pelayanan KIA di Puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus Pamurianto, Senin (4/4).
Namun demikian ada konsekuensinya, yaitu Puskesmas Baun Bango harus memperbanyak pelayanan Pusling ke Desa Parupuk tersebut.
Pemindahan bidan itu, sebutnya sifatnya hanya sementara. Sebab di Puskesmas Baun Bango selama ini masih kekurangan tenaga bidan.
Robertus mengaku jika pengembalian bidan dari Pustu Parupuk ke Puskesmas itu sebelumnya terpaksa diambil karena minimnya tenaga bidan dan perawat, serta tidak adanya penerimaan pegawai PPT selama ini.
Menurut dia, cukup banyak Pustu di Kabupaten Katingan yang tidak ada tenaga medisnya, baik di wilayah selatan (hilir) maupun utara (hulu). Selain itu jumlah penduduk di Desa Parupuk saat ini dinilai masih belum banyak, yakni sekitar 87 jiwa.
"Yang jelas kita sudah sering mengusulkan tenaga kesehatan, tapi belum terealisasi sampai sekarang," ujarnya.
Jika harus mengangkat tenaga harian lepas (THL), Robertus mengaku hal itu juga terkendala anggaran. Sehingga agar lebih efektif tenaga bidan diperbantukan ke Puskesmas.
"Sementara bidannya kita tarik, bangunan Pustu bisa diberdayakan desa. Sementara tidak ada bidan Pustu, pemanfaatan bangunan saya limpahkan kepada desa mau digunakan untuk apa nantinya, ini bukan malah dijadikan balai desa," katanya.
Ia mengakui jika Kabupaten Katingan saat ini masih membutuhkan sekitar 190 tenaga kesehatan, baik dokter umum, dokter spesialis, bidan, perawat dan lainnya. (ABDUL GOFUR/m)


