PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Yulilis meminta pemda melalui instansi terkait bekerja sama dengan aparat penegak hukum supaya dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan over kapasitas yang kerap melintas di jalan umum.

Ia mengatakan, kerusakan jalan yang begitu cepat terjadi itu salah satunya dikarenakan sering dilintasi kendaraan angkutan over kapasitas melebihi dari berat yang telah ditentukan. Oeh karenanya hal itu perlu diawasi dan ditindak.

"Memang kerusakan jalan itu tidak bisa kita hindari, dan pasti akan terjadi. Namun, tidak juga begitu cepat megalami kerusakan. Sering kita menjumpai jalan yang sekitar 1 tahun dibangun tapi sudah rusak karena kerap dilintasi kendaraan angkutan over kapasitas," ungkapnya, Jumat, 28 Juli 2023.

Dirinya menuturkan, berdasarkan peruntukannya jalan yang dibangun utamanya di wilayah Kalteng ini hanya mampu dilintasi oleh kendaraan dengan berat maksimal 8 ton. Apabila melebihi itu tentu sudah melanggar aturan dan dapat mengakibatkan kerusakan jalan dengan cepat.

Sehingga, ia meminta pengawasan agar lebih diperketat dan apabila ditemukan kendaraan angkutan nakal yang kerap melanggar agar ditindak tegas, begitu juga dengan pengusaha pemilik kendaraan tersebut supaya diberikan sanksi agar tidak mengulanginya lagi.

--page


"Yang melakukan pengawasan dijalan itu yakni pihak Dishub bersama kepolisian, nah hal-hal yang melanggar dijalan jangan dibiarkan, sebisa mungkin ditindak, berikan sanksi kepada mereka yang melanggar, karena kita tidak ingin anggaran hanya dihabiskan untuk memperbaiki jalan saja," tuturnya.

Tidak lupa ia juga mengimbau kepada pihak pengusaha supaya dapat senatiasa mentaati aturan penggunaan angkutan, jangan sampai menekankan efisiensi kerja dengan pelanggaran yaitu memuat barang melebihi kapasitas, sebab menjaga fasilitas yang dibangun pemerintah misalnya jalan itu merupakan tugas bersama.

"Kita memahami pengusaha juga membayar pajak, tapi jangan juga mentang-mentang taat pajak tapi melanggar aturan yang ada. Jika ingin melakukan efisiensi kerja ada baiknya menambah armada tidak dengan melebihi muatan pada kendaaran angkutan tersebut," pungkasnya. (DONNY D/Y)