BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minimnya pengetahuan dan penerapan metode yang kurang tepat, serta masih rendahnya penggunaan teknologi menjadikan hasil pertanian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) rendah.


Dengan kondisi itu, Pemkab Kobar akan terus melakukan evaluasi, khususnya terhadap sejumlah program strategis pertanian di Kobar. Evaluasi mulai dari hulu hingga hilir agar hasil produksi pertanian mengalami peningkatan.


Bupati Kobar Bambang Purwanto mengatakan, selama ini pihaknya terus berusaha meningkatkan hasil produksi pertanian. Salah satunya dengan memperbaiki teknologi pertanian yang harus ditingkatkan. 


Kemudian hal lainya yakni dengan melakukan evaluasi agar hasil petani di Kobar mampu bersaing dengan petani dari Pulau Jawa dan daerah lain yang sudah maju. Dalam satu hektar sawah menghasilkan gabah kering hingga belasan ton, sementara di Kobar masih kurang dari lima ton.

 

"Sebenarnya sudah ada peningkatan hasil produksi petani kita. Tapi memang masih jauh dengan hasil petani yang ada di Jawa. Sehingga kami terus melakukan evaluasi dari hulu hingga hilir," kata Bupati.


Ia mengatakan, evaluasi itu untuk mengetahui apa ada kesalahan pada petani ataupun dari pemerintah yang kurang memberikan sosialisasi. Sehingga hasil juga kurang melimpah atau ada sistem yang salah mulai dari pemupukan ataupun hal lainya.


”Yang jelas hal ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Pertanian dan Peternakan untuk terus menggenjot agar petani bisa menghasilkan produksi yang banyak," ujarnya. 


Tentu Pemkab Kobar berharap peningkatan hasil produksi yang setiap tahun dicapai itu bisa terus digenjot. Terlebih dengan membuka sawah yang banyak agar petani bisa lebih sejahtera.

 

"Kalau hasil produksinya tinggi, maka petani juga semangat untuk terus bertani. Termasuk hasilnya juga ikut dipasarkan di Kobar," bebernya. 


Dengan begitu, angka kesejahteraan bagi petani juga dapat dilihat dari segi pendapatan perkapita para petani, sehingga petani bisa hidup sejahtera. Terlebih di Kobar juga bisa mewujudkan swasembada pangan dan mengurangi beras dari luar Kobar.


Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kobar Rosihan Pribadi menyebutkan, pada 2016 ini pihaknya akan menyalurkan sejumlah bantuan ke petani, di antaranya, alat mesin pertanian (Alsintan) dan bibit tanaman pertanian.


"Khusus untuk bibit pertanian, kami akan salurkan tanaman pertanian yang dikelola dengan cara organik atau tanpa menghunakan pupuk dan obat-obatan pertanian dengan bahan kimia," tandasnya.(CR-1/m)