BORNEONEWS, Pangkut - Banjir yang merendam lima rumah warga di RT 01, 02, dan 03 kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara (Aruta) mulai Minggu (3/4/2016) terus meluas. Kini luapan air dari sungai Arut itu sudah merendam sedikitnya tujuh rumah.

 

Bahkan permukaan air yang masuk ke pemukiman warga ketinggiannya terus meningkat.


"Menurut info dari lurah, muka air naik di banding sebelumnya rumah yang terendam sudah tujuh di kelurahan Pangkut," ujar Kepala BPBD Kobar, Hermon F Lion.


Hujan yang terus mengguyur wilayah Desa Panahan (hulu Sungai Arut) mengakibatkan aliran air di Sungai Arut semakin tinggi hingga meluber ke rumah warga yang berada di bantaran sungai tersebut.


Beberapa warga yang rumahnya mulai terendam juga diakui Hermon sudah mengungsi ke tempat aman.

Hingga saat ini, belum ada evakuasi atau pemberian bantuan dari pemerintah setempat, pasalnya banjir dengan ketinggian hingga satu meter belum masuk keadaan darurat. 


"Kalau kondisinya semakin parah, pasti kami turun dan mengevakuasi warga," katanya.


Banjir setinggi 1 meter di tiga RT tersebut akan semakin parah jika hujan terus berlangsung di hulu Sungai Arut. (CECEP HERDI/m)