BORNEONEWS, Palangka Raya - Data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah menyebut hingga September 2015 jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan sebesar 148.129 orang atau 5,91 persen.


"Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 696 orang atau 0,19 persen bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2014 yang berjumlah sebesar 148.825 orang atau 6,07 persen," ungkap Kepala Dinas Sosial Kalimantan Tengah Guntur Talajan kepada Borneo News, Selasa (5/4/2016).


Sementara periode September 2014 hingga September 2015, lanjutnya, jumlah penduduk miskin perkotaan bertambah sekitar 9.271 orang dari 39.452 orang pada September 2014, menjadi 48.723 orang pada September 2015. Sementara di pedesaan berkurang 9.997 orang dari 109.373 orang pada September 2014, menjadi 99.409 orang pada September 2015.


Sebelumnya dalam Rapat Paripurna DPRD 31 Maret 2016, Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo menyebut perkembangan perekonomian di Kalteng sampai dengan triwulan III 2015, yang diukur berdasarkan PDRB berdasarkan harga yang berlaku mencapai Rp26.283 miliar. Kondisi perekonomian Kalteng triwulan III 2015 terhadap triwulan III 2014 year on year tumbuh 6,66 prsen, melambat bila dibandingkan capaian pada triwulan II 2015 yang tumbuh sebesar 6,99 persen.


Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian. Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai pengadaan listrik dan jasa yang tumbuh 30,47 persen, diikuti administasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,27 pesen, dan transportasi pergudangan sebesar 17,02 persen. 


Perkembangan ekonomi Kalteng pada triwulan III 2015 didominasi oleh beberapa lapangan usaha antara lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 23,55 perse, industri pengolahan 16,33 persen, sektor pedagangan besar dan eceranan sebesar 9,42 persen, serta pertambangan dan pengalian 9,93 persen.


"Sementara tingkat inflasi Kalteng pada Desember 2015 sebesar 1,4 persen, laju inflasi Desember 2015 dan laju inflasi year on year 2015 terhadap Desember 2014 yaitu sebesar 5,72 persen. Penyebabnya  adalah kelompok bahan makanan sebesar 2,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan semako sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan seperti air, listrik dan bahan bakar sebesar sebesar 0,36, kelompok kesehatan 0,37 persen," ujarnya.


Selanjutnya, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indek harga sebesar 0,23 persen. (TESTI PRISCILLA/m)