MINYAK  olahan berbahan baku larva serangga yang dihasilkan empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, mampu menembus urutan kedua kompetisi pangan dunia di Zurich, Swiss awal April lalu.


Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB Malang, Jawa Timur, itu meraih sukses di Zurich, Swiss pada 1-2 April 2016. 


“Topik yang mereka paparkan adalah minyak olahan larva serangga sebagai pengganti minyak kelapa sawit. Minyak olahan ini diberi nama ‘Biteback Insect Mineral Oil’,” kata Humas FTP UB, Dyah Susanthy, Selasa (5/4/2016).


Ia mengemukakan atas kemenangan sebagai “runner up” di kompetisi pangan dunia, Thought for Food itu, para mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) ini berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 5.000 dolar AS sebagai investasi awal untuk melanjutkan programnya.


Empat mahasiswa yang mampu menembus kompetisi pangan dunia di Zurich itu adalah Musyaroh (TIP 2013), Mushab (TIP 2012), Anik Haryanti (TIP 2013) serta Mohammad Ifdhol (TIP 2012).


Salah seorang penemu minyak olahan karva serangga tersebut, Musyaroh, menjelaskan Biteback merupakan salah satu produk yang dibuat untuk mengatasi masalah pangan pada 2050. Biteback selain sebagai pengganti minyak kelapa sawit juga bisa mengantasi anemia serta kekurangan zat besi.


Faktanya, ujar dia, minyak kelapa sawit menimbulkan kebakaran hutan dan polusi udara. Berbeda dengan Biteback yang merupakan hasil olahan larva serangga.

(ANT/B-11)