DARI 1.050 siswa se-Kabupaten Seruyan yang menjadi peserta Ujian Nasional (UN) SMA sederajat, hanya ada satu orang peserta saja yang tidak mengikuti ujian hingga berlangsungnya ujian di hari kedua UN, Selasa (4/4/2016).


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Seruyan, Hartasima mengatakan, salah seorang peserta yang tidak mengikuti ujian itu berasal dari sekolah swasta yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Asseruyaniah Kuala Pembuang. Ketidakhadiran siswa yang bersangkutan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak sekolah karena siswa yang bersangkutan memutuskan berhenti sekolah.


“Kami sudah cari kemana-mana siswa itu baik dengan menemui pihak keluarganya, namun dia (siswa) itu sekarang posisinya diinformasikan sedang tidak berada di Kuala Pembuang,” kata Hartasima usai melakukan peninjauan pelaksanaan UN hari kedua pada sejumlah sekolah yang berada di Kuala Pembuang, Selasa (4/4/2016).


Padahal menurut Hartasima, pihaknya bermaksud ingin mendapati langsung siswa tersebut saat sebelum jadwal pelaksanaan UN dilaksanakan, guna membujuk yang bersangkutan dengan harapan memiliki kemauan untuk tetap mengikuti UN. “Sangat disayangkan jika siswa itu tidak mengikuti ujian ini, mengingat namanya sudah terdaftar sebagai peserta,” tuturnya.


Hartasima menambahkan, pada pelaksanaan UN tahun ini, baru dua sekolah saja yang menerapkan ujian berbasis komputer atau sistem Computer Based Test (CBT), yakni SMAN 1 Kuala Pembuang dan SMKN 1 Kuala Pembuang. Sekolah lainnya masih melaksanakan ujian secara manual, sama pada pelaksanaan tahun sebelumnya.


“Untuk peserta ujian dengan menggunakan basis komputer, seluruhnya masih aktif mengikuti. Harapan kami, semua siswa yang ujian dapat serius dan tidak tergesa-gesa dalam menjawab butir soal yang diujikan.” 

(PN/B-8)