PEDAGAN Pasar Ka­yuh Baimbai, Ko­ta Banjarmasin­ menggelar aksi de­mo turun ke jalan menuntut keadilan.

Pendemo yang sebagian be­sar kaum wanita itu mendatangi kantor DPRD dan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menuntut kepastian hukum atas hak tempat kios dan lahan mereka yang digusur peng­e­lola pasar.


“Masalah pasar kami ini sudah lama terjadi sejak 1994, tapi sampai sekara­ng­ tidak ada kepastian hu­kum terhadap pedaga­ng serta pemilik tanah ser­ta bangunan toko tidak di­beri izin mendirikan ba­ngunan (IMB),” ujar per­wakilan pendemo Yuli, Senin (4/4/2016).


Di hadapan anggota dewan, ia mengaku punya ba­nyak bukti atas kepemi­lik­an tempat berjualan, namun sampai saat ini be­lum diakui secara hukum, sehingga pengelola pa­sar berani semena-me­na­ menggusur lapak mere­ka.


“Toko kita digusur tanpa ganti rugi sama sekali,” lirihnya. Yang menyedihkan­, ia harus membayar bangu­nan toko yang baru dibangun di pasar itu. Harganya sangat mahal antara Rp36 juta hingga Rp80 juta per unit.


“Itu sangat mahal. Kondi­si fisik bangunannya saja tidak sesuai, atapnya bocor, dinding retak-retak, dan lantai keropos,” papar­nya.


Yuli sudah melaporkan­ masalah ini ke Polda Kalsel untuk ditelusuri ka­sus­ hukumnya, karena mereka yakin ada oknum yang bermain di pasar ini un­tuk mencari untung dengan menyengsarakan pedagang.


“Kita minta anggota dewan mau memperjuang­kan­ hak kita, sebab sudah lama kami sabar, Pemkot belum juga mau bertindak,” paparnya.


Anggota DPRD Banjarma­sin M Yamin yang mene­mui pedagang berjanji akan melanjutkan aspirasi mereka dengan merapatkannya ke tingkat komisi.


“Kita di komisi I akan memperhatikan keluhan pe­dagang. Akan kita unda­n­g setiap orang yang bersangkutan,” tutur politisi Gerindara ini.


Anggota Komisi I lainny­a, Mathari mengaku heran, kenapa pasar itu sudah lama berdiri ternyata tidak ber-IMB.


“Artinya pasar itu tidak mem­berikan retrebusi ke Pemkot selama ini, karena tidak ada IMB, padahal su­dah lama berdiri dan ini harus diselesaikan se­cepatnya,” ucap politisi PKS itu. (Ant/B-6)