PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi suku bunga di negara maju masih akan naik.

"Suku bunga di negara maju diprediksi masih akan naik,” ungkapnya saat rakor terkait inflasi secara virtual bersama pemerintah daerah dan leading sektor terkait, Senin, 31 Juli 2023.

Ia menjelaskan faktor pendorong berlanjutnya kenaikan suku bunga negara maju antara lain inflasi yang masih di atas target jangka menengah yakni sebesar 2 persen dan pasar tenaga kerja yang ketat ditandai masih tingginya pertumbuhan upah.

“Di sisi lain beberapa pihak seperti IMF mengingatkan dampak dari kenaikan suku bunga agresif terhadap volatilitas sistem keuangan global," bebernya.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa inflasi bukan hanya terjadi di Indonesia, namun terjadi di seluruh dunia. Secara global, ekonomi dan perdagangan masih melemah, hal ini yang menyebabkan inflasi masih tinggi.

Pemerintah mengklaim tingkat inflasi tahunan konsisten mengalami penurunan, mulai dari Mei 2023 inflasi berada di angka 4,00 persen dan pada bulan Juni turun menjadi 3,52 persen. (HERMAWAN DP/R)