PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara (Barut), terpaksa memberlakukan penjadwalan distribusi air ke pelanggan. Hal ini disebabkan kapasitas produksi air menurun akibat pompa sedot 75 kw mengalami kerusakan.


“Kenapa produksi air bisa menurun? Sebab daya sedot kita tidak bisa maksimal, terpaksa distribusi air ke pelanggan kita gilir,” kata Kepala Bidang Teknik PDAM Barut Agus Surjanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/4/2016).


Diungkapkannya, untuk penyaluran air bersih sebelum ada kerusakan biasanya mampu memproduksi air, sebanyak 130 liter perdetik, namun sekarang hanya mampu 100 liter perdetik untuk penya­luran di Kota Muara Teweh dan sekitarnya, dengan jumlah 8.687 pelanggan.


“Warga memang bergantung pada sumber dari PDAM sehingga kebutuhannya menjadi meningkat, akibat diadakannya bergiliran ini kita mohon maaf kepada pelanggan, karena keterbatasan kafasitas,” ungkapnya.


Dijelaskannya, bergiliran ini diberlakukan dua hari jalan, satu hari mati kepada jalur pelanggan atas dan bawah. Untuk jalur pelanggan atas berada di Jalan Merak, Temenggung Surapati, A Yani, Yetro Sinseng, Nusa Indah, Gang Buntu, Semoga Indah dan Jalan Nenas.


“Sedangkan jalur bawah yakni Jalan Lingkar Kota, Senga­ji Hulu dan Hilir, Dermaga, Akasia dan Jalan di daerah Lanjas,” tukasnya. (sdk/B-5)