BUPATI Barito Timur Ampera AY Mebas mengajak seluruh perusahaan yang berada di daerah mene­rapkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk menekan angka kecelakaan kerja hingga zero accident.


Sesuai filosofinya, K3 diharapkan memberikan perlindungan kepada para pekerja selama menjalankan aktivitasnya. Setiap resiko bahaya yang mungkin terjadi mampu diminimalisir, sehingga menjadikan kondisi lingkungan kerja yang aman, sehat dan pada saatnya memperlancar proses produksi.


“Faktor penentu dalam penekanan angka kecelakaan kerja adalah adanya kepatuhan perusahaan dalam penyediaan sarana keselamatan kerja, didukung kesadaran karyawan mengenai pen­tingnya keselamatan diri selama bekerja,” kata Ampera di sela kegiatannya, belum lama tadi.


Ampera menjelaskan, K3 merupakan hal yang harus diperhatikan pihak pengusaha. Bahkan peringatan hari dimaksud selalu diperingati secara nasional setiap tahunnya.


Untuk itu, pihaknya mendorong perusahaan memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerja. Hal ini bertujuan, meminimalisir potensi kecelakaan kerja, yang berdampak pada kerugian bagi pekerja, hingga gangguan operasional perusahaan sendiri.


Kecelakaan kerja dapat terjadi sewaktu-waktu, antisipasi dini harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di lapangan. Pelaksanaan K3, merupakan langkah nyata meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan agar lebih aman saat bekerja.


“Kecelakaan akibat kela­laian kerja merupakan hal yang berpotensi terjadi dalam proses produksi, selain merugikan dari sisi produksi, efisiensi dan efektivitas, juga dapat berujung pada hilangnya nyawa pekerja,” tandasnya.


Untuk diketahui, berdasarkan data teknis, jumlah perusahaan yang telah terdata dan melaksanakan wajib lapor per tahun 2015 berjumlah 62 buah dengan jumlah karyawan sebanyak 9.052 orang. Dan harus diakui, hanya sedikit perusahaan yang melaporkan kegiatan K3. 

(Tbs/B-5)