PEMERINTAH Kabupaten Sukamara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) baru bisa melaksanakan ujian nasional
(UN) berbasis komputer atau computer based tes (CBT) pada 2017 mendatang.
Wakil Bupati Sukamara Windu Subagio mengatakan, untuk menunjang program itu pada tahun depan, pihaknya mulai mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung.
“Untuk UN berbasis komputer ini persis seperti penerimaan CPNS (calon pegawai negeri sipil), dengan sistem yang kurang lebih sama dan saat ini sarananya tengah dipersiapkan,” kata dia, Selasa (5/4/2016).
Sebelumnya, pelaksanaan program CBT rencananya dimulai tahun ini, namun lantaran terkendala anggaran akhirnya ditunda menjadi 2017.
Disdikpora sendiri mengalami keterbatasan dana lantaran anggaran pendidikan yang diakomodasi dalam APBD Kabupaten Sukamara 2016 hanya sebesar 13,7%. Padahal undang-undang mengharuskan minimal 20% dari total APBD.
Kepala Disdikpora Sukamara Sutrisno mengatakan, pihaknya sebenarnya pada tahun ini telah menyiapkan empat sekolah sebagai pilot project atau proyek percontohan UN berbasis kompoter. Empat sekolah itu yakni SMPN 1, SMKN 1, dan SMAN 1 Sukamara serta SMAN 1 Kuala Jelai.
Akan tetapi, akibat keterbatasan anggaran, hanya SMAN 1 Sukamara yang bisa melaksanakan program tersebut.
“Tetapi karena CBT ini nantinya wajib dilaksanakan pada ujian nasional 2017 mendatang, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya. Seperti pengadaan server, komputer, daya listrik, dan sarana pendukung lainnya,” ungkap Sutrisno.
Menurut dia, pelaksanaan UN berbasis komputer yang wajib diterapkan pada 2017 menuntut setiap sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana penunjang sejak awal. Sehingga pada saat hari H ujian, setiap sekolah telah siap melaksanakannya.
“Seharusnya persiapan mulai dilakukan pada tahun ini. Namun karena anggarannya tidak memungkinkan kami hanya akan menyiapkan untuk SMAN 1 Sukamara saja,” kata dia.
(MG13/B-3)


