MASA panen padi di Kabupaten Su­kamara telah ti­ba. Namun, sejumlah petani justru berse­dih. Penyebabnya, hasil pa­nen mereka ternyata tidak se­suai harapan.


Butiran padi yang mengu­ning ternyata banyak yang ti­dak berisi atau hampa. Di­duga hal itu terjadi akibat sa­wah sempat terendam banjir, be­berapa waktu lalu. 


Madal, petani di Kelurahan Men­dawai, Kecamatan Suka­ma­ra, mengatakan bahwa ha­sil produksi sawahnya ter­nyata jauh dari bayangan. Meski dari kejauhan butir-bu­tir padi terlihat menguning, saat dipanen ternyata tidak se­muanya berisi. “Ini pa­dinya banyak hampa, jadi pa­nennya tidak akan sesu­ai dengan bibit yang di­ta­bur,” ucap Madal, Selasa (5/4/2016).


Ia menceritakan, persoalan bu­tir padi hampa sebenar­nya sudah sering terjadi. Na­mun tidak sebanyak seperti tahun ini. Meski begitu, ia tetap ber­syu­kur karena masih bisa pa­nen.


Saat ditanya mengenai ke­rugian, Madal tidak bisa men­jawab dengan pasti. Yang je­las, kata dia, hasil panen ha­nya bisa mengembalikan bib­it padi yang ditanam.


“Bibitnya kembali. Yang je­las untuk rugi tenaga sudah pasti karena selama ini me­rawat tanamannya hanya sen­diri,” ucap dia.


Menurut Madal, kasus butir padi hampa sejauh ini belum bisa diatasi. Karenanya, ia hanya bisa pasrah atas ke­rugian yang dialami.


“Inikan enggak ada isi, ka­lau kena hama atau lainnya­ kan bisa disemprot de­ngan racun. Nah kalau tak ada isinya begini, enggak mungkin dikasih racun,” sebut dia.


Selain di Kelurahan Men­da­wai, panen padi juga sudah di­lakukan sebagian warga trans­migrasi di SP 1, Desa Pu­lau Nibung, Kecamatan Jelai. Namun sejauh ini tidak ada ke­luhan yang disampaikan pe­tani di kawasan itu.


Sutimen, transmigran yang men­jadi petani di SP 1, Desa Pu­lau Nibung, menuturkan, pa­nen kali ini merupakan ha­sil tanam pada Oktober 2015.


Ia menyebutkan, warga transmigrasi kebanyak memi­lih menanam dengan sistem sa­wah. Metode itu dipilih lan­taran para transmigran su­dah terbiasa dengan pola ta­man di Pulau Jawa yang me­ngunakanan sistem tersebut. Menurut dia, sistem pa­di sawah selain dapat memaksimalkan hasil panen juga membuat kualitas padi se­makin baik.


“Kalau kami menggunkan me­tode taman dengan cara menugal (berladang) hasilnya tidak akan banyak dan bagus.” (B-3)