BORNEONEWS, Sampit - DPRD kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) daerah pilihan (Dapil) II berharap pendangkalan sungai di Kecamatan Baamang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Dalam bidang pembangunan sendiri di samping infrastruktur terutama di kecamatan Baamang sangat mengharapkan kepada pemerintah mengenai pendangkalan Sungai," kata Anggota DPRD Kotim dapil II Abdul Kadir.
Dia menyampaikan hal tersebut saat memaparkan hasil reses dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kotim Rinie dan dihadiri Wakil Bupati Irawati, Senin, 31 Juli 2023.
Reses tersebut dilaksanakan 24-29 Juli 2023. Dengan tujuan bagaimana menyelaraskan apa yang diinginkan Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur yaitu mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.
"Sekarang kita sudah punya ekskavator yang bisa jalan-jalan di tengah sungai mungkin itu bisa digunakan," ujar Abdul Kadir.
Kadir berharap ekskavator amfibi yang baru dibeli pemerintah daerah dan dapat beroperasi di darat dan di sungai ini betul-betul dimanfaatkan. Terutama wilayah Kecamatan Baamang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim memiliki ekskavator amfibi senilai Rp 5,3 miliar. Pengadaan ekskavator tersebut untuk mengatasi pendangkalan sungai. Bupati Kotim Halikinnor menyaksikan penggunaan pertamanya di sungai pamuatan, Jumat, 30 Juni 2023.
Halikin mengatakan, selama ini Pemkab Kotim bisa menganggarkan normalisasi irigasi di atas sungai. Namun pengerukan bawah sungai selalu terhambat dengan adanya bangunan-bangunan perumahan, sehingga muara sungai terjadi sedimen pendangkalan.
--page
Akibatnya jika hujan lebat atau saat air laut pasang maka air itu lambat turun, sehingga rumah penduduk terendam banjir.
"Yang utama di Sampit dulu sungai-sungainya kita keruk. Kalau sudah selesai kecamatan mana yang perlu bisa nanti. Karena alat ini sifatnya bisa dipindahkan," ujar Halikin. (DEWI PATMALASARI/R)









