BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalteng berkomitmen akan terus melakukan peningkatan dalam upaya percepatan pencegahan stunting dengan menggelar pelatihan komunikasi antar pribadi (KAP) bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di provinsi ini.
Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah 5 tahun yang dikarenakan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
"Hal ini berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, yang juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan," katanya, Rabu, 2 Agustus 2023.
Maka dari itu pelatihan KAP ini sangat penting dilakukan dan itu juga merupakan program pemerintah dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Indonesia khususnya Kalteng. Bahkan Kemenkes menargetkan kabupaten dan kota melaksanakan KAP minimal sebesar 70 persen di desa prioritas.
"Untuk itu diperlukan strategi yang tepat dalam rangka percepatan pencegahan stunting sesuai konteks lokal dan kebutuhan program yang fokus pada perubahan perilaku melalui KAP, khususnya yang terkait dengan 6 pesan kunci," ujarnya.
--page
Menurutnya, tanpa adanya perubahan perilaku dari masyarakat, maka percepatan pencegahan stunting akan sulit dilakukan. Komunikasi perubahan perilaku menyediakan lingkungan pendukung yang memungkinkan individu dan masyarakat untuk berinisiatif, mempraktikkan, dan mempertahankan perilaku positif yang diharapkan tersebut.
"Maka dari itu perlunya dukungan peningkatan kapasitas Nakes, sehingga program percepatan pencegahan stunting dapat berjalan optimal. Kita berharap melalui pelatihan KAP ini kabupaten dan kota bisa mempersiapkan Nakes yang bertugas untuk melakukan orientasi di wilayah masing-masing," tukasnya. (DONNY D/R)









