Kini saatnya PT PLN membuktikan janjinya kepada masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Di hadapan pendemo pada 21 Maret lalu, Manajer PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto, sepakat bahwa krisis listrik yang sering menimbulkan byarpet, bisa teratasi mulai Selasa (5/4/2016).
Sebanyak 10 unit mesin diesel yang didatangkan dari Kotawaringin Timur (Kotim), pun sudah terpasang di PLTU Kumai dengan total daya 5,6 megawatt (MW). “Delapan mesin dioperasikan, dua mesin untuk cadangan,” kata Purwanto, kemarin.
Dengan adanya tambahan daya 5,6 MW itu, total daya yang kini dimiliki PLN Pangkalan Bun mencapai 30,7 MW. Sedangkan untuk beban puncak diperlukan daya listrik sebesar 29,7 MW, sehingga surplus daya sekitar 1 MW.
“Namun, saat ini kami mengusulkan ke PLN Area Palangka Raya dan PLN Wilayah Banjarbaru agar ditambah lagi 4 MW untuk cadangan.
Semoga hal ini segera terealisasi,” tutur Purwanto yang sudah menyatakan siap lengser jika gagal memenuhi tuntutan pendemo.
Harus ditepati
Dengan penjelasan seperti itu, masyarakat Pangkalan Bun bisa berbesar hati. ‘’Kami berharap PLN benar-benar menepati janjinya,” Arif, warga Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun.
Sementara krisis daya listrik masih menghantui Kotim. Presidium Peduli Kotim bahkan sampai mengirim utusan untuk menemui Ge-neral Manager (GM) PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng), Purnomo, di Banjarbaru, Kalsel, kemarin.
Purnomo sendiri, pekan lalu sudah dituntut mundur oleh perwakilan Ketua Rukun Tetangga (KRT) di 52 kelurahan se-Kota Banjarmasin, Kalsel. (YD/FI/B-1)


