BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Pangkalan Bun dan sekitarnya kini sudah bisa menggunakan  bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan research octane number (RON) 90.


“Kami baru melakukan uji pasar di Pangkalan Bun, karena minat masyarakat tinggi, Pertalite akan mulai dijual secara resmi pada Kamis (7/4/2016)," ujar Bagja Mahendra, Communication dan Relations PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan kepada Borneonews melalui ponsel, Rabu (6/4/2016).


Penjajakan respon masyarakat terhadap bahan bakar minyak nonsubsidi itu sudah berlangsung sejak Senin (4/4/2016) di tiga SPBU yang ada di Pangkalan Bun, meliputi SPBU jalan Pakunegara, SPBU Jalan Diponegoro dan SPBU Jalan Iskandar.


Pertalite, sebut Bagja, merupakan varian baru dari produk gasoline (bensin) yang paling sesuai perkembangan teknologi kendaraan bermotor saat ini.  Pertalite memiliki RON 90, sehingga membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan BBM bersubsidi jenis premium yang memiliki RON 88.


"Pertalite sangat sesuai untuk kendaraan bermotor roda dua maupun kendaraan roda empat," katanya.


Minat masyarakat Kobar terhadap Pertalite saat ini cukup tinggi. Sejak disediakannya Pertalite di SPBU, hampir setiap hari stok yang disediakan (5000 liter) di setiap SPBU yang ada di Pangkalan Bun habis. Di Pangkalan Bun, Pertalite dijual dengan harga Rp7.300.


"Hari pertama stok masih sisa, tetapi dua hari terakhir ini selalu habis," ujar seorang pegawai SPBU di jalan Pakunegara, Iwan.


Setiap hari, imbuh Iwan, pihak Pertamina menyediakan satu tangki (5000 liter) untuk SPBU tempatnya bekerja, baru satu pompa minyak yang digunakan untuk Pertalite. 


Saat ini, Premium  dijual Rp6.400, Pertalite Rp7.300 dan Pertamax Rp8.000. (CR-1/m)