KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan edukasi dan informasi kesehatan tentang penyakit hepatitis melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Kamis, 3 Agustus 2023.

Edukasi kesehatan disampaikan narasumber yakni dr Erny Indrawati bersama Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto.

dr Erny yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan juga sebagai Dokter Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kapuas ini menjelaskan edukasi kesehatan ini bertepatan dengan Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun 2023.

Ia menyampaikan tahun 2023 merupakan peringatan yang ke 14, dengan tema yang diangkat antara lain, 'Segerakan Tes dan Obati Tanpa Menunggu'.

"Tujuan peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hepatitis. Karena virus ini telah memberi dampak pada lebih dari 354 juta orang di seluruh dunia,” katanya.

--page

Dirinya menjelaskan, Hepatitis adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Penamaan penyakitnya berdasarkan nama virusnya, misalkan, penyakit hepatitis B, penyebabnya adalah virus hepatitis B. 

Sampai saat ini kita mengenal beberapa virus hepatitis, antara lain virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, virus hepatitis E, virus hepatitis G, dan virus hepatitis TT.

"WHO bertujuan untuk mengeliminasi penyakit hepatitis ini di tahun 2030. Dengan menyerukan kepada semua negara untuk dapat mencapai target antara lain Mengurangi infeksi baru hepatitis B dan C sebesar 90 persen, Mengurangi kematian terkait hepatitis akibat sirosis hati dan kanker sebesar 65 persen," ucapnya.

Memastikan setidaknya 90 persen orang dengan hepatitis B dan C dapat terdiagnosa, serta 80% dari mereka yang terinfeksi mendapat pengobatan.

"Dalam rangka menanggapi seruan WHO untuk eliminasi hepatitis tahun 2030, Indonesia telah melakukan beberapa upaya, antara lain Skrining hepatitis B pada ibu hamil (termasuk HIV dan sifilis), Skrining hepatitis C pada populasi berisiko, terutama HIV positif dan pasien hemodialisa, Imunisasi hepatitis B untuk bayi baru lahir (merupakan program nasional)," tuturnya.

Pemberian HBIG pada bayi dan ibu dengan hasil skrining hepatitis B reaktif, dan Melakukan pengobatan pada ibu hamil yang memenuhi syarat antivirus hepatitis B. (DODI RIZKIANSYAH/Y)