PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Usis I Sangkai melalui Kepala Bidang Bina Marga I Gusti Putu Donna Mahendra menyampaikan bahwa pihaknya tengah menangani Jalan Maliku-Bantanan.

“PUPR Bidang Bina Marga saat ini melaksanakan pengerjaan pemeliharaan rutin. Yang mana ruas jalan di Kecamatan Sebangau Kuala ini sudah mulai dilaksanakan dilapangan,” katanya.

Ia menuturkan bahwa untuk penanganan itu sendiri dilakukan secara khusus yakni dengan teknologi penanganan struktur tanah lunak perlu diterapkan pada ruas jalan tersebut.

Yang mana, beber Dona, dikarenakan sebagian besar ruas jalan tersebut berada di atas tanah lunak yang banyak mengandung tanah organik, salah satunya adalah tanah gambut.

“Jadi untk perbaikan struktur tanah lunak diruas jalan Maliku-Bantanan-Sebangau Kuala perlu waktu dan tahapan yang mengacu pada ketebalan. Teknologi yang dilakukan dengan pengantian atau penambahan material,” bebernya.

--page

Demikian sambung dia, berfungsi meningkatkan daya dukung dari tanah aslinya. Dan sebelum meletakan suatu kontruksi terlebih melakukan pengujian dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP).

Dengan tujuan melakukan kajian atau evaluasi kekuatan tanah dasar. Tanah lunak pada umumnya mengandung butiran lempung dan tanah organik seperti gambut yang mempunyai daya dukung kekuatan yang rendah.

Selain tanah lunak, papar Donna, permasalahan tanah harus menjadi dasar dalam perencanaan. Tanah gambut merupakan jenis tanah yang tingkat kehumusan dan tingkat kandungan airnya banyak.

Serta memiliki karakteristik yang berbeda sehingga mekanisme keruntuhannya akibat beban timbunan jalan juga mempunyai perbedaan. Sedangkan ntuk tanah gambut yang umumnya daerah rawa dan pasang surut.

“Secara teknis penangananya dengan menggunakan tiang slab yang fungsinya untuk menumpu dan sebagai jembatan untuk mengatasi kadar air di dalam tanah. Namun hal tersebut tergantung dengan mobilitas muatan setiap harinya,” ucapnya.

Ia menambahkan Kerusakan yang sering terjadi di ruas Jalan Maliku-Bantanan yang memiliki struktur tanah gambut akibat masih terjadi penurunan akibat tanah dasar yang strukturnya masih belum kuat.

“Karena itu, dengan melaksanakan pemeliharaan, maka diperlukan metode penanganan yang khusus. hal terpenting dalam menentukan tipe penanganan yang tepat,” tukasnya. (Ahm)