BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas bersama Kemenag Kapuas dan Badan Kesbangpol Kabupaten Kapuas, telah melakukan pembinaan kerukunan umat beragama di Kecamatan Mantangai.
Bertempat di aula Kantor Camat Mantangai kegiatan di hadiri oleh Camat Mantangai, Kepala Desa, Damang, tokoh agama, tokoh kasyarakat, Ibu PKK serta Siswa SLTA di Kecamatan Mantangai.
Ketua FKUB Kapuas, KH Muchtar Ruslan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan baik itu antar umat beragama dan intern umat beragama, dengan membawa slogan FKUB Kabupaten Kapuas "Umat Beragama Rukun, Kapuas Damai".
"Kita berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Mantangai agar saling berkoodinasi dalam menjaga kerukunan dan kepada siswa sekolah agar bisa menjadi duta kerukunannya di sekolah masing-masing," katanya, Jumat, 4 Agustus 2023.
Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kapuas, Hamidhan menyampaikan tentang moderasi beragama bagi siswa sekolah, peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang pendirian rumah ibadah.
--page
Dia mengatakan generasi muda adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Sebagai generasi milenial, tidak ingin mereka menjadi generasi yang extrem, intoleran, dan terpapar paham radikalisme.
"Karenanya, perlu adanya pemahaman lebih mendalam tentang moderasi beragama sejak dini kepada generasi milenial, agar mereka memiliki sikap yang santun, menyukai kerukunan, saling menghormati, menghargai, dan mau menerima perbedaan," ucapnya.
Dengan menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada generasi milenial sebagai upaya agar mereka bisa melihat dengan cara padang, sikap dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama baik bersama teman-teman sekolahnya maupun bersama keluarganya dirumah.
Kepala Badan Kesbangpol, Marlina Kasyfiatie menyampaikan menjaga kerukunan sudah menjadi tanggung jawab bersama baik itu Pemerintah Daerah, Kecaamtan dan Desa mempunyai perannya masing-masing dalam menjaga kerukunan. Jadikan semua perangkat sebagai pelopor kerukunan ditempatnya masing-masing.
Selain itu lanjut Marlina, dalam bermedia sosial terutama kepada generasi milenia seperti siswa sekolah, kita harus memperhatikan dan menyaring segala bentuk yang ada dalam media sosial, jangan ikut-ikutan menyebarkan berita yang menimbulkan kegaduhan, gunakan gadget untuk hal yang positif dan bermanfaat.
--page
"Dulu ada istilah mulutmu harimaumu sekarang jarimu harimaumu, artinya berhati-hatilah dalam bermain media sosial, jangan menshare, menyebarkan informasi yang belum tentu kebenaranya atau hoax," tutur Marlina. (DODI RIZKIANSYAH/J)









