BORNEONEWS, Buntok - Aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buntok, Barito Selatan (Barsel), mati total, Kamis (7/4/2017) besok,
Direktur PDAM Buntok, Marianto mengatakan, mati totalnya aliran air PDAM tersebut, lantaran sedang terjadi pergantian pipa distribusi sepanjang 42 meter di jembatan Sungai Tabuk, Jalan Merdeka Raya.
“Mati totalnya PDAM pada hari Kamis (besok), karena kita sedang melakukan pergantian pada pipa distribusi Galvanis Iron (GI) diameter 10 tepatnya dijembatan Tabuk Jalan Merdeka Raya,” kata Marianto kepada Borneonews, di ruang kerjanya. Rabu (6/4/2016) siang.
Ia membeberkan, pipa tersebut sudah keropos yang menyebabkan kebocoran karena faktor usia. Pipa tersebut belum pernah diganti sejak 1992.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah lagi, lanjut dia, maka pihaknya mengganti pipa tersebut. Karena kalau tidak diganti pada saat ini, maka akan merugikan karena distribusi air ke pelanggan akan terhambat.
“Pergantiannya saat ini sangat tepat karena kondisi air sedang pasang. Artinya sangat mudah dilaksanakan. Jika pada saat surut akan sangat sulit karena jarak jembatan dengan dasar sungai mencapai 20 meter,” jelasnya.
Menurutnya, dengan kondisi air pasang pemasangan pipa itu sangat mudah dilakukan dengan hanya menggunakan kelotok atau kapal.
Mati totalnya distribusi air PDAM, paling lama kurang lebih delapan jam yakni pada saat pamasangan dan pengonekannya.
Dengan demikian, ia berharap masyarakat bisa maklum dengan keadaan ini. Diperkirakan aliran air akan kembali normal 8-9 jam sehabis selesai pemasangan pipa.
“Dengan mati totalnya distribusi air pada Kamis, kita telah memberikan pemberitahuan kepada masyarakat/pelanggan baik melalu inkom, perhubungan maupun lewat media massa,” ucapnya. (URIUTU DJAPER/m)


