BORNEONEWS, Palangka Raya - Pencurian helm helm yang dilakukan Sarman, 22, di kampus Universitas Palangka Raya ternyata bukan hanya sekali. Ia pernah berhasil mengembat helm merek NHK di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.


Sempat dilakukan pengejaran oleh sejumlah mahasiswa yang mengetahui namun Sarman lolos dari kejaran. Sejak saat itu, dia menjadi target karena wajahnya telah diingat.


Rabu (6/4/2016) siang, Sarman kembali terlihat seliweran di kawasan kampus. Mahasiswa lalu mengintai dan akhirnya mengetahui ia berhenti di halaman kampus Fakultas Hukum.


Sang mahasiswa Sospol lalu berkoordinasi dengan mahasiswa Hukum berinisial An, 23, dan KL, 22. Mereka pun mengintai gerakan Sarman.


Tak lama kemudian, Sarman yang duduk di atas motornya terlihat beranjak dan berjalan lalu tiba-tiba menyenggol helm yang diletakan di bagian spion motor milik mahasiswi berinisial Me. Helm itu pun terjatuh.


Sarman kemudian mengambil helm dan membawa menuju arah motornya. Selanjutnya helm ia letakan di bagian tengah motor metik. "Jadi dia pura-pura nyenggol helm lalu helm jatuh dan diambilnya," kata KL, Rabu (6/4/2016).


Melihat Sarman hendak beranjak dari lokasi, KL langsung menegur sembari menanyakan maksud tujuannya itu. "Tapi dia terlihat gugup. Terus dia malah menjatuhkan motor. Kemudian berlari. Nah kita tangkap di depan Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan," ungkapnya.


"Pada saat kita bawa, dia mengatakan motor itu miliknya, tapi helmnya bukan," tutur KL.


Sementara itu, Sarman mengaku sudah dua kali mencuri helm. Satunya berhasil ia jual seharga Rp100 ribu. Meski demikian, dia beralasan jika kedatangannya ke Fakultas Hukum berencana menjemput kakak pulang kuliah.


Pengakuan lainnya yakni sebelumnya helm dia juga hilang di area itu. "Tadi itu helm saya hilang. Makanya saya ambil," akunya.


Belum diketahui apakah kasus ini berlanjut ke proses hukum atau berakhir damai. Antara korban, pelaku dan saksi masih menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim. (BUDI YULIANTO/m)