BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tengah berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melalui retribusi sarang burung walet.
Plh Sekda Kobar, Juni Gultom mengatakan, dalam upaya meningkatkan PAD tersebut, pihaknya akan membentuk tim terpadu yang melibatkan instansi terkait.
"Retribusi dari sarang walet ini memang belum maksimal, sehingga kita akan upayakan peningkatannya bersama Bapenda," ujar Juni Gultom.
Menurut Juni Gultom, pemerintah daerah Kobar terus berupaya mencari terobosan dalam meningkatkan retribusi, dimana saat ini pun pemerintah daerah tengah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Kobar tentang retribusi dan pajak daerah.
"Ranperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah ini merupakan tolak ukur keberhasilan dari otonomi daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah, yang salah satunya adalah retribusi sarang burung walet," sebutnya.
--page
Pihaknya mengakui, bahwa selama ini retribusi sarang burung walet ini dalam pembahasan karena belum tercapainya target.
Selanjutnya, dalam hal retribusi sarang burung walet ini, dalam waktu dekat akan di laksanakan rapat koordinasi dengan pembentukan tim terpadu serta penandatanganan MoU dengan pihak terkait, seperti Pelabuhan maupun Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan peningkatan pengawasan di lokasi.
"Petugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bukan tidak bekerja dalam meningkatkan pendapatan daerah, mengenai retribusi sarang burung walet ini menjadi perbincangan kita selama ini, dan ini juga perlu dukungan dari pemilik gedung sarang burung walet, karena tanpa adanya dukungan dan kesadaran dari pemilik gedung walet itu maka akan selamanya target retribusi itu tidak mencapai target," pungkasnya. (DANANG/Y)









