PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Suyuti Syamsul mengingatkan pentingnya penyusunan pedoman Surveilan Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA).

Ia menjelaskan, pedoman diperlukan untuk menyelaraskan penerapan indikator pelayanan gizi dan KIA baik untuk pusat dan daerah.

“Pedoman Surveilans Gizi dan KIA ini bertujuan  untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan terkait dengan pelayanan gizi dan KIA di lapangan,” tuturnya saat Pertemuan Koordinasi Pengelola Program Gizi di Neo Hotel Palangka Raya, Kamis, 3 Agustus 2023.

Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi untuk mendukung intervensi dan perencanaan yang berkelanjutan program gizi dan KIA.

Suyuti menyampaikan Direktorat Gizi dan KIA melakukan revisi dan penyesuaian terhadap berbagai program dan indikator terkait sebagai efisiensi dan efektifitas untuk mencapai cakupan dan peningkatan mutu kinerja program, termasuk untuk pelaksanaan surveilans Gizi dan KIA.

--page

Penetapan indikator Gizi dan KIA sangat diperlukan untuk mendukung tercapainya target RPJMN dan upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Stunting serta perbaikan Gizi Masyarakat.

"Untuk Gizi dan KIA pada tahun 2010 Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) dan Pedoman Pelaksanaan Teknis Surveilans Gizi pada tahun 2021,” ungkapnya. 

Dia menilai, dengan adanya Direktorat Gizi dan KIA, maka dilakukan upaya integrasi terhadap program terkait dengan sasaran yang sama, termasuk surveilans untuk gizi dan KIA. (HERMAWAN DP/Y)